Kegagalan Argentina mencetak gol di dua laga awal kualifikasi yang berujung kekalahan 0-2 dari Ekuador dan imbang 0-0 dengan Paraguay jadi indikasinya. Sebab, Messi absen di dua laga itu karena masih menjalani pemulihan karena cedera lutut.
Wajar jika tekanan mengarah kepada Martino dan skuat asuhannya untuk segera tampil oke. Padahal dua laga berat pun sudah menunggu yakni Brasil (kandang) dan Kolombia (tandang).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kami kalah, maka kami disebut terlalu tergantung pada Messi, dan Anda tidak membicarakan itu ketika kami menang," ujar Martino seperti dikutip Soccerway.
"Kenyataannya tim ini mencapai dua final dalam rentang 10 bulan, tapi orang-orang malah melihat hal lainnya," sambungnya.
"Memang kehilangan Messi itu sangat menyakitkan. Absennya pemain yang biasa menjadi sumber gol memang membuat kami lebih sulit bikin gol."
"Ketika melawan Paraguay, kami gagal menuntaskan peluang yang Anda. Padahal kami punya 5 atau 6, peluang bersih untuk bikin gol," tutup Martino.
(mrp/cas)











































