Teror penembakan dan bom di Paris, Prancis, langsung mendapatkan perhatian dari negara yang lolos ke putaran final Piala Eropa. Salah satunya diungkapkan oleh penggawa tim Italia, Leonardo Bonucci.
Teror penembakan dan ledakan bom terjadi berbarengan dengan pertandingan persahabatan antara timnas Prancis melawan Jerman yang berlangsung di Stade de France, Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat.
Di sekitar stadion terdapat ledakan bom di muka salah satu pintu Stade de France. Ada tiga orang tewas dalam ledakan itu, dan beberapa orang dilaporkan cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai melakoni pertandingan ujicoba antara Italia melawan Belgia, yang dihelat untuk memperingati 30 tahun tragedy Heysel, Bonucci pun mengkhawatrikan risiko yang sama saat melakoni Piala Eropa tahun depan. Dalam laga itu Gli Azzurri takluk dengan skor akhir 1-3.
"Itu sungguh mengerikan, terutama mengingat bahwa malam ini kami berada di Brussels untuk memperingati tragedi yang lain," kata Bonucci di Football Italia.
"Pada akhirnya, orang-orang yang tak berdosa yang membayar harga untuk semua ini, bagi orang-orang yang hanya ingin menciptakan korban."
"Itu semua membuat kami berpikir mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Sebuah kekhawatiran juga ada atas risiko di sekitar Euro. Mereka yang bertanggung jawab harus mengambil tindakan yang diperlukan," imbuhnya.
Sumber kepolisan Prancis melansir data bahwa ada lebih dari lebih dari 100 orang yang menjadi korban aksi teror di Paris ini.
(cas/mfi)











































