Teror berdarah terjadi di Paris pada hari Jumat (13/11/2015) lalu. Serangan bom serta penembakan membabi buta di sejumlah lokasi di kota Paris telah menewaskan hingga 129 orang.
Hasil penyelidikan kemudian mengidentifikasi seorang warga negara Belgia sebagai otak di balik serangan mematikan tersebut. Mobil yang digunakan untuk aksi pengeboman disebut disewa di Brussels.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak takut. Kami datang untuk memainkan sebuah pertandingan. Semua akan berjalan seperti biasa," ujar Del Bosque seperti dikutip Reuters.
"Tim dalam kondisi yang bagus. Mereka terpengaruh dengan apa yang terjadi hari itu (di Paris) tapi kami harus tahu bagaimana mengisolasi hal tersebut dari pentingnya pertandingan yang kami hadapi besok."
"Ini adalah pertandingan terakhir kami di tahun ini dan kami ingin mengakhirinya dengan baik," katanya.
(nds/mrp)










































