Zlatan Ibrahimovic sudah melalukan apa yang dia harusnya lakukan saat Swedia mengalahkan Denmark di leg pertama. Demi Piala Eropa yang lebih 'asyik', dia harus menuntaskan pekerjaannya malam nanti.
Gol Ibrahimovic, yang diciptakan melalui eksekusi penalti pada menit 50, membuat Swedia memimpin 2-0 dalam perjamuan terhadap Denmark di akhir pekan kemarin. Namun keunggulan dua gol tersebut tak bertahan sampai 90 menit karena Nicolai Jorgensen berhasil memperkecil kedudukan jadi 2-1 saat laga tinggal tersisa tiga menit.
Meski kalah di pertemuan pertama, Denmark punya modal satu gol away yang membuat jalan mereka menuju Prancis 2016 masih terbuka sangat lebar. Swedia? Peluang lolos juga masih besar, tinggal bagaimana Ibrahimovic dkk memanfaatkan keunggulan yang sudah mereka punya. Malam nanti Swedia dan Denmark akan kembali berhadapan di leg kedua playoff Piala Eropa 2016, kali ini Denmark yang jadi tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Swedia di playoff Piala Eropa 2016 ini lebih baik dibanding di playoff Piala Dunia 2014. Ketika itu di leg pertama mereka kalah 0-1 dalam lawatan ke Portugal, dan kemudian kalah lagi 2-3 saat gantian main di kandang.
"Satu hal yang pasti, Piala Dunia tanpa kehadiran saya adalah Piala Dunia yang tak menarik untuk ditonton," cetus Ibrahimovic setelah timnya dipastikan tak dapat tiket ke Brasil.
Piala Dunia tanpa Ibra (jelas) tetap berjalan menarik. Tapi jika striker 34 tahun itu ada di Brasil, pastinya ada cerita-cerita asyik darinya, entah melalui komentarnya yang super pede atau gol-gol akrobatik dan sensasional yang seperti sudah jadi ciri khasnya.
Sama seperti dua tahun lalu, Ibrahimovic juga mengeluarkan komentar menarik di fase playoff ini. Striker Paris Saint Germain menyebut dirinya ingin lolos ke putaran final demi membuat Prancis lebih dikenal dunia, sebagaimana dia telah membuat Swedia juga menjadi dikenal.
"Aku akan senang memainkan Piala Eropa di Prancis. Aku sudah main di sana selama empat tahun. Aku dulu telah menempatkan Swedia di peta dunia dan sekarang aku juga sudah membuat Prancis ada di peta dunia," sebut Ibrahimovic beberapa hari lalu.
Piala Eropa 2016 adalah merupakan turnamen yang sangat diidam-idamkan Ibra untuk dia berada di dalamnya. Bahkan Ibrahimovic tak akan bisa menyangkal kalau dia dibatasi umur, di mana peluang dia memperkuat timnas di kejuaraan mayor berikutnya sangatlaj kecil.
Jadilah Piala Eropa 2016 sebagai peluang terakhir Ibrahimovic untuk memberi yang terbaik untuk negaranya. Hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya, meski punya setumpuk trofi di level klub.
Ibrahimovic sudah memberi gelar pada Malmo, Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan kini PSG. Tapi di tim nasional jumlah trofinya masih nol.
Jangankan trofi, di turnamen mayor prestasi terbaik yang diraih Ibra cuma di babak 16 besar. Sejak menjalani debut timnas pada tahun 2001, Ibra sudah tampil di lima turnamen besar: dua Piala Dunia dan tiga Piala Eropa.
Pada Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006, Ibra mengantar Swedia lolos ke babak 16 besar. Tiket ke fase knock out juga dia persembahkan di Piala Eropa 2004. Sementara di Piala Eropa 2008 dan 2012 Swedia tersingkir di fase grup.
(din/cas)











































