Blatter dan Platini, bersama Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke, dijatuhi skorsing selama 90 hari oleh Komite Etik FIFA pada awal Oktober lalu. Jatuhnya hukuman ini membuat Blatter, Platini, dan Valcke tidak bisa terlibat dalam segala aktivitas sepakbola selama periode hukuman.
Hukuman terhadap ketiga orang itu didasari pada investigasi terkait adanya dugaan korupsi di FIFA dan keterlibatan mereka di dalamnya. Salah satu hal yang diselidiki adalah pembayaran senilai nyaris 2 juta euro dari Blatter kepada Platini pada 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blatter dan Platini tak puas dengan keputusan tersebut. Mereka pun akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).
"Presiden Blatter berkomitmen untuk membersihkan namanya dan berharap penundaan yang tak dapat dijelaskan ini bukanlah usaha untuk menghalangi dia, dalam masa jabatannya, untuk mendapatkan sidang yang adil di hadapan majelis yang netral," ujar pengacara Blatter, Richard Cullen, yang dikutip BBC.
Sementara itu, pihak Platini akan menghubungi CAS pada hari Jumat (20/11) dan lebih percaya kepada pengadilan tersebut daripada kepada FIFA.
"Untuk pertama kalinya sejak dia (Platini) dihukum, dia tahu bahwa dia akan diperlakukan dengan cara yang benar-benar independen dan adil," kata pengacara Platini, Thibaud d'Ales.
(mfi/mrp)











































