Sejumlah negara Eropa tengah dalam kewaspadaan tinggi menyusul teror yang terjadi di Paris, Prancis, pekan lalu. Sial untuk Radja Nainggolan, dia sempat disangka teroris dan dilaporkan ke polisi.
Kisah itu terjadi ketika gelandang AS Roma tersebut tengah bergabung dalam skuat tim nasional Belgia, untuk menghadapi Spanyol di laga persahabatan. Seperti diketahui, laga itu pada akhirnya dibatalkan setelah pemerintah Belgia menaikkan level ancaman ke tingkat maksimal.
Ini merupakan imbas teror berdarah di Paris pada Jumat (13/11/2015) lalu, di mana setidaknya 129 orang tewas. Aksi teror dengan ledakan bom dan penembakan itu sendiri terjadi di tujuh titik dalam waktu berdekatan, antara lain di Stadion Stade de France, restoran, dan di gedung konser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung bagi Nainggolan, petugas polisi mengenalinya sebagai penggawa skuat timnas. Ujung-ujungnya, para petugas malah berfoto bersama dengannya. Foto ini kemudian diunggah seseorang ke twitter dan di-retweet oleh Nainggolan sendiri.
"Sejumlah pelanggan di hotel berpikir bahwa saya tampak mengancam. Untungnya polisi langsung mengenali saya. Saya kemudian berfoto dengan para petugas itu," kata pemain berdarah Batak itu seperti dikutip Standard.
@RadissonBlu people called the police because @OfficialRadja was acting suspicious ππππ pic.twitter.com/kkKUkL8JUd
β Naoufal Attar (@_Naoufal) November 17, 2015Β
Untung saja polisi kenal ya, Nainggolan.











































