Tepatnya sejak Juli lalu Drogba bermain di MLS. Dia memperkuat klub Montreal Impact dengan durasi kontrak diperkirakan selama 18 bulan.
MLS merupakan kompetisi liga kelima yang dirasakan Drogba. Dia sebelumnya bermain di Ligue 1 (Le Mans, Giungamp, Marseille), Premier League (Chelsea), Chinese Super League (Shanghai Greenland Shenhua) dan Super Lig Turki (Galatasaray).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi menurut Drogba perjuangan yang dia alami di MLS kini jauh lebih sulit lagi. Salah satu faktornya adalah karena jarak antara klub yang satu dan yang lainnya berjauhan.
"Orang berpikir akan lebih mudah bermain di sini, percayalah pada saya di sini lebih sulit dibanding bermain di Premier League," klaim Drogba seperti dikutip dari Marca.
"Tidak banyak kemenangan didapat di laga away karena tim-tim datang dalam keadaan lelah. Juga ada beberapa pemain yang sangat bagus di sini. Ini liga yang sedang berkembang dan saya pikir ini akan menjadi kompetisi yang paling penting di dunia dalam beberapa tahun lagi," lanjut striker dari Pantai Gading itu.
Drogba, 37 tahun, mencontohkan perjalanan panjang yang dia butuhkan jika harus melawat ke La Galaxy. Dari Montreal ke Los Angeles memakan waktu enam jam perjalanan dengan pesawat terbang.
(din/mfi)











































