Selamanya, rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo akan selalu didengung-dengungkan. Jika Ronaldo adalah atlet yang luar biasa, Messi disebut sebagai sebuah anomali.
Wajar jika Messi dan Ronaldo akan selalu dibanding-bandingkan, sebab tidak ada pemain lain di dunia sepakbola saat ini dengan pencapaian semewah mereka. Selain gelar, Messi dan Ronaldo juga sering menorehkan jumlah gol yang berada di atas rata-rata pemain lain.
Oleh karenanya, bakal ada dua sisi yang saling berseberangan: mereka yang mendukung Messi dan mereka yang mendukung Ronaldo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Davids, setiap atlet, jika bekerja keras dan berlatih tanpa henti, bisa saja mencapai level Ronaldo. Sementara, untuk mencapai level Messi, dibutuhkan bakat khusus. Davids pun menyebut Messi sebagai sebuah anomali.
"Messi adalah sebuah anomali. Dia bisa melakukan dribel, mencetak gol, mengoper, punya visi, dan punya pemahaman bagus akan permainan," ujar Davids kepada situs resmi FIFA.
"Ronaldo adalah atlet biasa. Dia berlatih amat keras dan selalu ada ketika dibutuhkan."
"Tapi, jika Anda berlatih keras, apakah Anda bisa seperti Messi? Mustahil."
"Lalu, bisakah Anda jadi Ronaldo? Ya, jika memungkinkan," kata Davids.
Bersama Neymar, Messi dan Ronaldo menjadi nominator untuk mendapatkan Ballon d'Or 2015. Ketiganya mengalahkan 20 nama lain yang sempat dinominasikan.
(roz/mfi)











































