Peristiwa penembakan tersebut terjadi di Santa Ana, yang berjarak 66 kilometer di sebelah barat ibukota El Salvador, San Salvador, Minggu (27/12/2015) waktu setempat.
Pacheco, 33 tahun, saat itu sedang berbincang-bincang dengan beberapa temannya di sebuah pom bensin. Tiba-tiba seorang pria tak dikenal mendekati mereka dan melepaskan tembakan secara brutal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kantor jaksa agung di Santa Ana memproses TKP pembunuhan Alfredo Pacheco pada pukul 3.30 dinihari di sebuah pom bensin," kata seorang ofisial yang dikutip Sky Sports.
Dalam kariernya sebagai pesepakbola profesional, Pacheco yang berposisi sebagai bek kiri pernah memperkuat beberapa klub lokal seperti Club Deportivo FAS, Aguila, dan Isidro Metapan. Dia juga sempat mencicipi Major League Soccer dengan membela New York Red Bulls pada 2009 lalu.
Di level internasional, Pacheco hingga sekarang masih tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk timnas El Salvador dengan 86 caps.
Karier Pacheco berakhir dengan buruk ketika dia dijatuhi skorsing seumur hidup oleh Federasi Sepakbola El Salvador pada tahun 2013. Dia ketahuan terlibat dalam pengaturan pertandingan.
El Salvador, sebuah negara kecil di Amerika Tengah, memang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. CNN melaporkan bahwa tahun ini telah terjadi sekitar 6.500 pembunuhan di negara tersebut.
(mfi/krs)











































