Pantai Gading Berjaya di Benua Hitam, Polemik ISL Mulai Memanas

Kaleidoskop Sepakbola 2015 (Februari)

Pantai Gading Berjaya di Benua Hitam, Polemik ISL Mulai Memanas

Meylan Fredy Ismawan - Sepakbola
Selasa, 29 Des 2015 14:03 WIB
Pantai Gading Berjaya di Benua Hitam, Polemik ISL Mulai Memanas
AFP PHOTO / KHALED DESOUKI
Jakarta - Bulan Februari ditandai dengan keberhasilan Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2015. Dari sepakbola dalam negeri, polemik terkait penyelenggaraan ISL mulai memanas.

Pantai Gading menjuarai Piala Afrika setelah mengalahkan Ghana di final. Les Elephants menang adu penalti 9-8 setelah skor 0-0 tak berubah selama 120 menit.

Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang Pantai Gading. Mereka sebelumnya terakhir kali berjaya di Benua Hitam pada 1992 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pada bulan Februari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta ISL ditunda selama dua minggu. Imam belum bisa memberikan rekomendari penyelenggaraan ISL karena ISL dia anggap belum memenuhi standar FIFA, AFC, dan Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional.

ISL 2015 tadinya dijadwalkan kick-off pada 20 Februari. Laga Persib Bandung melawan Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat dipilih menjadi partai pembuka.

Akan tetapi, ISL tak mendapatkan rekomendasi untuk digelar karena belum memenuhi syarat-syarat yang diajukan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), seperti kontrak pemain, pelunasan tunggakan gaji, dan penyertaan bukti pembayaran pajak.

Permintaan penundaan ISL itu mendapatkan protes dari PT. Liga Indonesia selaku operator liga maupun klub-klub ISL sendiri. PT Liga merasa kesulitan karena harus mengubah jadwal selama semusim. Sementara itu, klub-klub ISL menggelar pertemuan di Bandung dan menelurkan Deklarasi Bandung, yang salah satu isinya memerintahkan kepada PT Liga Indonesia sebagai operator ISL untuk tidak mengindahkan apa yang ditetapkan oleh Menpora melalui BOPI, terkait dengan persyaratan dalam penerbitan rekomendasi izin ISL.

Klub-klub ISL juga meminta PT. Liga merencanakan jadwal baru ISL 2015. Hal ini ditanggapi PT. Liga dengan memperkirakan ISL akan bisa dimulai pada bulan April.



Dari bursa transfer musim dingin yang ditutup pada awal Februari, terjadi beberapa transfer yang melibatkan pemain-pemain ternama, antara lain Sebastian Giovinco (Juventus ke Toronto FC), Alessandro Matri (Genoa ke Juventus), Mohamed Salah (Chelsea ke Fiorentina), Juan Cuadrado (Fiorentina ke Chelsea), Davide Santon (Newcastle United ke Inter Milan), Darren Fletcher (Manchester United ke West Bromwich Albion), Andre Schuerrle (Chelsea ke Wolfsburg), dan Anderson (MU ke Internacional).

Bulan Februari adalah momen kebangkitan Borussia Dortmund di Bundesliga. Setelah dikalahkan Augsburg pada awal bulan, Die Borussen meraih empat kemenangan beruntun. Hasil-hasil tersebut mengentaskan mereka dari dasar klasemen dan perlahan-lahan menjauhi zona merah. Sementara itu, Bayern mengukir kemenangan 8-0 atas Hamburg pada bulan Februari. Ini adalah kemenangan terbesar Bayern di Bundesliga sejak 1984 sekaligus kekalahan terbesar Hamburg.

Dari kompetisi La Liga, Real Madrid menanggung malu setelah dihajar Atletico Madrid 0-4 dalam laga derby. Ini merupakan kekalahan terbesar Madrid dari Atletico sejak 1987 silam.



Kontroversi kemudian muncul karena Cristiano Ronaldo diketahui menggelar pesta ulang tahun hanya beberapa jam setelah Madrid keok. Tak ayal sejumlah Madridista dikabarkan mencak-mencak. Mereka dilaporkan amat kesal dengan Ronaldo yang bisa-bisanya tetap bersenang-senang menggelar pesta ultah setelah timnya kalah telak dari tim rival sekota.

Pada laga-laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, terjadi kejutan ketika AS Monaco mengalahkan Arsenal 3-1 di Emirates Stadium. Sementara itu, Barcelona menang 2-1 di kandang Manchester City, sementara Madrid mengalahkan Schalke 2-0 di kandang lawan.

Kabar pilu datang dari Mesir. Kerusuhan pada laga Zamalek kontra ENPPI di Air Defense Stadium pada 8 Februari menewaskan sedikitnya 22 orang.

Kerusuhan tersebut diawali suporter yang berdesak-desakan ketika akan masuk stadion. Hal itu pada prosesnya membuat pagar pembatas dari kawat berduri rubuh. Pihak keamanan lantas bertindak dengan menembakkan gas air mata dan senapan angin. Tindakan ini membuat situasi makin kacau dan beberapa orang terinjak-injak. Menyusul insiden ini, otoritas Mesir langsung ambil keputusan menghentikan liga.

Maroko dijatuhi hukuman larangan tampil dalam dua edisi Piala Afrika oleh Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF). Hal ini adalah konsekuensi pengunduran diri Maroko sebagai tuan rumah Piala Afrika 2015, yang akhirnya dipindah ke Equatorial Guinea. Maroko sendri meminta turnamen diundur setahun akibat merebaknya penyakit Ebola.

Dalam proses pemilihan Presiden FIFA, Komite Pemilihan FIFA mengumumkan empat kandidat yang akan bertarung dalam Kongres di bulan Mei. Empat kandidat itu adalah incumbent Sepp Blatter, legenda sepakbola Portugal Luis Figo, Presiden Asosiasi Sepakbola Belanda Michael van Praag, dan Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali bin Al Hussein.

(mfi/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads