Meriahnya Bursa Transfer dan Nasib Buruk Indonesia di SEA Games

Kaleidoskop Sepakbola 2015 (Juni)

Meriahnya Bursa Transfer dan Nasib Buruk Indonesia di SEA Games

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Rabu, 30 Des 2015 16:52 WIB
Meriahnya Bursa Transfer dan Nasib Buruk Indonesia di SEA Games
Julian Finney/Getty Images
Jakarta - Bulan Juni 2015 menjadi saksi kegagalan Indonesia di ajang SEA Games di Singapura. Di Eropa, bursa transfer musim panas berjalan meriah dengan banyak transfer besar terjadi.

Pada awal bulan Juni, Liverpool mendapatkan amunisi baru yaitu Danny Ings. Pemain 23 tahun itu didatangkan dengan harapan mampu menambah daya gedor The Red berkat catatan penampilannya yang cukup apik bersama mantan klubnya, Burnley, yakni 11 gol dari 35 penampilannya.

Dari kubu Manchester United juga tak mau ketinggalan. 'Setan Merah' resmi mendapatkan pemain muda asal Belanda, Memphins Depay. Pemain 21 tahun tersebut langsung disuguhkan kontrak selama empat musim dengan opsi perpanjangan setahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendatangkan Memphins Depay, MU merogoh kocek sebesar 31 juta poundsterling. Pada musim terakhirnya di PSV, Depay membuat 22 gol yang mengantar timnya menjadi juara Eridivisie. Jumlah tersebut juga menjadikannya topskorer di Liga Belanda.



Sementara Arsenal kedatangan kiper baru mereka, Petr Cech. Pemain 33 tahun itu sebelumnya memang sudah kehilangan tempat utama di Chelsea yang membuat dia memutuskan mencari klub baru. Kebetulan, Arsenal ketika itu juga berminta mendapatkan tandatangannya. Tak butuh waktu lama, Petr Cech dinyatakan lulus dari tes medis. Kiper timnas Republik Ceko itu pun menerima kontrak jangka panjang.

Masih soal transfer pemain, Napoli akhirnya mendapatkan kiper baru yaitu Pepe Reina. Kepindahannya tersebut diresmikan usai menjalani tes medis. Pemain asal Spanyol ini diberikan kontrak permanen, tapi tidak diketahui detailnya.

Sementara Real Madrid mengumumkan pelatih barunya, Rafael Benitez. Kehadirannya memang diplot untuk menggantikan arsitek sebelumnya, Carlo Ancelotti yang dinilai gagal mempersembahkan gelar bagi Madrid.

Benitez menerima kontrak berdurasi tiga tahun. Sebelumnya, dia tercatat sebagai pelatih Napoli yang telah ia tangani selama dua tahun.

Sepp Blatter kembali terpilih sebagai presiden pada Kongres FIFA di Zurich 29 Mei lalu. Namun Blatter memutuskan untuk meletakkan jabatannya karena adanya dugaan korupsi dan suap di dalam tubuh organisasinya itu.

Keputusan tersebut dianggap sejumlah pihak merupakan sikap yang tepat. Sebab, FIFA selama ini dianggap tidak transparan. Apalagi dugaan tersebut makin kuat setelah beberapa pejabat terasnya ditangkap karena tersangkut kasus korupsi.



Beralih ke kondisi sepakbola Indonesia yang di tahun 2015 ini memiliki catatan kelam akibat adanya sanksi FIFA dan pembekuan oleh pemerintah. Imbasnya, sejumlah klub-klub ISL memilih membubarkan diri karena tak adanya kompetisi dan harapan meraih medali emas di SEA Games 2015 pun terkubur.

Pada 10 Juni 2015, AFC memutuskan bahwa wakil Indonesia Persipura Jayapura kalah WO (Walkout) dari tim Pahang FA di babak 16 besar Piala AFC, lantaran laga yang seharusnya digelar pada 26 Mei urung terlaksana.

Timnas U-23 juga harus menelan kekecewaan lantaran gagal meraih medali emas di SEA Games 2015. Dalam laga yang dihelat di National Stadium, Singapura, tim besutan Aji Santoso itu dipermalukan oleh Thailand dengan skor 5-0.

Kabar mengejutkan juga datang dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yang tiba-tiba diberikan sanksi oleh organisasinya karena dinilai melanggar kode etik PSSI. Penyebabnya, Djohar dinilai berani menemui Menpora, Imam Nahrawi, yang ketika itu memang diundang.

Dalam pertemuan tersebut, Imam dan Djohar membahas soal kondisi sepakbola Indonesia dan mencoba mencari solusinya. Namun tindakan tersebut dinilai PSSI sudah melanggar kode etik.






(ads/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads