Sampaoli berjasa besar mengantarkan Chile menjadi juara Copa America pada tahun lalu. Itu adalah gelar pertama La Roja di ajang Copa America.
Berkat keberhasilannya tersebut, Sampaoli menjadi salah satu kandidat pelatih terbaik dunia 2015. Pelatih asal Argentina itu akan bersaing dengan Pep Guardiola (Bayern Munich) dan Luis Enrique (Barcelona).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Presiden ANFP yang baru, Arturo Salah, tak akan begitu saja membiarkan Sampaoli pergi. Jika Sampaoli ingin pergi, Salah memintanya untuk membayar kompensasi pemutusan kontrak. Kalau tidak, maka Sampaoli harus tetap melatih Chile hingga kontraknya habis pada 2018.
"Dalam situasi ini saya tidak ingin bekerja atau tinggal di negara ini. Saya tak pernah membayangkan dalam waktu singkat citra seorang idola yang sudah memberi banyak hal kepada sepakbola Chile bisa hancur," ucap Sampaoli kepada Radio Agricultura.
"Saya terus terang kecewa dan dalam kondisi ini saya tak bisa terus memimpin tim ketika pikiran saya sudah berada di tempat lain. Saya benar-benar berpikir Arturo Salah akan mengerti dan membiarkan saya bebas. Saya terkejut dengan sikapnya yang menjadikan saya seperti seorang sandera, bertentangan dengan keinginan saya. Skenario dalam beberapa bulan terakhir adalah alasan yang cukup bagi saya untuk dilepaskan," imbuhnya.
"Saya sangat bersemangat dan memiliki proyek masa depan yang sangat menarik dan bisa diperpanjang, namun perlakuan buruk ini tak bisa diterima. Kehormatan dan martabat pribadi saya terpengaruh karena saya dihubungkan dengan semua tindakan korupsi yang terjadi dengan semua direktur sebelumnya. Mereka mengatakan saya memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Itu tak bisa dipercaya dan tak bisa diterima," kata Sampaoli.
Dalam beberapa waktu terakhir, Sampaoli dikaitkan dengan sejumlah klub Eropa, salah satunya adalah juara bertahan Premier League, Chelsea.
(mfi/rin)











































