Arsenal Tak Berjodoh di Eropa

Arsenal Tak Berjodoh di Eropa

- Sepakbola
Kamis, 10 Mar 2005 12:32 WIB
Jakarta - Arsenal kembali tersandung di Eropa. Setelah musim lalu digagalkan Chelsea, di babak 16 besar musim ini skuad besutan Arsene Wenger harus mengakui keunggulan Bayern Munich. Mereka seakan tak berjodoh di Eropa Thierry Henry memenangkan Arsenal 1-0 di pertemuan kedua babak 16 besar, namun golnya tak cukup untuk meloloskan Patrick Vieira dkk ke perempat final. Pasalnya dalam pertemuan pertama Arsenal takluk 1-3. Mereka pun harus mengakui keunggulan Munich dengan agregat 3-2. Kegagalan Arsenal musim ini seakan menegaskan kegagalan mereka di kompetisi Eropa dalam sepuluh tahun terakhir. Sejak ditukangi Wenger, belum sekalipun Arsenal mampu merengkuh gelar Eropa. Arsenal seakan tak berjodoh di Eropa. Lima tahun terakhir, prestasi terbaiknya hanya perempat finalis Liga Champions musim 2000-01 dan 2003-04. Musim 2002-03 langkahnya sampai di 16 besar, sama dengan prestasi semusim sebelumnya. Musim 1999-00 langkah Arsenal bahkan hanya sampai penyisihan grup pertama, setelah kalah bersaing dengan Barcelona dan Fiorentina. Bahkan saat tim ini mengalami puncak performa di liga Inggris, The Gunners tetap tak bertaji di Eropa. Tampil luar biasa apik di liga domestik, langkah mereka di Liga Champions musim lalu hanya sampai di perempat final, setelah Henry dkk dikandaskan Chelsea. Padahal di Liga Champions, rekor pertandingan Arsenal tidaklah memalukan. Dalam daftar rekor pertandingan terbaik sepanjang masa, klub yang bermarkas di London ini berada di peringkat kesepuluh dengan rekor menang-seri-kalah 25-15-20. Mereka hanya kalah dari klub-klub yang memang punya sejarah bagus di Eropa seperti Real Madrid, Manchester United, Munich atau AC Milan. Sempurna atau tidaknya tim memang perkara yang sangat subyektif. Tapi kalau kualitas para pemain Arsenal sekarang dinilai pastilah nilainya di atas rata-rata. Di depan ada Henry, striker haus gol yang sudah berkali-kali menjadi topskor di Inggris. Di tengah ada gelandang-gelandang kelas satu macam Vieira, Robert Pires atau Freddie Ljungberg. Di belakang? Ada tembok setangguh Sol Campbell atau Ashley Cole. Mengutip kata Wenger, pertanyaan soal kenapa nasib timnya begitu apes di Eropa sangat sulit dicari jawabnya. "Saya tak tahu jawabannya. Saya pikir alasannya karena kami bukan satu-satunya tim yang mengincar gelar juara." (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads