Tanpa Bintang, PSV Tetap Garang
Kamis, 10 Mar 2005 13:49 WIB
Jakarta - Siapa yang mengiraa PSV Eindhoven akan sampai ke babak perempatfinal Liga Champions musim ini. Padahal klub Belanda ini ditinggal tiga pemain pilarnya awal musim.Terkadang klub tanpa pemain bintang bisa menjadi sangat kuat. Hal ini lebih disebabkan karena kolektifitas tim akan lebih mendominasi daripada skil individu.Hal ini juga yang menjadi kunci keberhasilan PSV di Liga Champions. Kolaborasi pemain veteran dengan pemain-pemain muda menjadi kekuatan yang susah diukur lawan.Musim lalu PSV masih memiliki pemain bintang seperti Arjen Robben, Mateja Kezman atau Dennis Rommedahl. Namun "liga kelas dua" Belanda masih dianggap tidak bisa memuncaki kompetisi Eropa, sehingga pemain yang memiliki nama besar pun akhirnya memilih pindah ke klub yang lebih elit.Saat ini PSV hampir tidak memiliki pemain dengan nama besar, paling hanya sekelas Mark van Bommel atau Philippe Cocu yang menjadi langganan timnas Belanda. Selebihnya pemain-pemain tim asuhan Guus Hiddink ini adalah pemain muda, termasuk diantaranya dari Asia.Lee Young Pyo dan Park Ji Sung adalah dua pemain Korea yang menjadi kunci kemenangan 2-0 PSV atas AS Monaco di stadion Stade Louis II dini hari tadi. Namun mungkin nama mereka masih belum akrab di telinga kita, dan akan semakin janggal jika menyimak nama pemain PSV lainnya.Tetapi kini PSV harus lebih diperhitungkan jika tim lain tidak ingin bernasib sama seperti Monaco, yang merupakan finalis tahun lalu. Apalagi tim ini memiliki sejarah cukup bagus pernah menjuarai Liga Champions tahun 1988.Satu lagi kekuatan PSV ialah sosok pelatih Hiddink. Gelar juara Liga Champions satu-satunya PSV merupakan hasil kerja pria berusia 58 tahun ini, sebelum melatih timnas Belanda dan melanglang buana ke beberapa tim Spanyol seperti Real Madrid, Real Betis dan Valencia. Soal kejeniusan melatih, tidak perlu diragukan lagi. Korea Selatan berhasil disulapnya menjadi salah satu kekuatan baru sepakbola dunia, dengan menjadi semifinalis Piala Dunia yang pertama dari Asia. "Keajaiban" itu ditunjukkannya dengan melatih hanya satu tahun lebih. Jadi jika ditanya apakah dengan kembalinya Hiddink musim ini PSV akan menjuarai Liga Champions, jangan pernah mengatakan "tidak mungkin." (lom/)











































