Dikutip dari BBC, Kongres Luar Biasa FIFA baru saja menyepakati sebuah paket reformasi. Dalam voting yang dilakukan, Jumat (26/2/2016) sore WIB ini, sebanyak 179 negara menyatakan persetujuan digulirkannya reformasi, sementara 22 negara menyatakan penolakan.
Paket reformasi yang baru disetujui tersebut merupakan usulan dari Komite Reformasi FIFA 2016. Paket reformasi tersebut diharapkan akan membawa organisasi berusia 112 tahun ini terhindar dari terus terjerumus dalam krisis dan kehilangan reputasi menyusul terbongkarnya skandal korupsi oleh banyak pejabat teras yang kemudian menyeret juga Sepp Blatter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pembatasan masa jabatan. Pengurus FIFA, termasuk presiden, hanya akan diperbolehkan menduduki posisinya selama tiga periode, di mana masing-masing periode terdiri dari empat tahun.
- Akan ada semacam 'tes integritas' untuk seluruh pemangku jabatan di FIFA. Tes integritas ini akan dilakukan oleh sebuah komite independen.
- Akan ada penambahan poin baru di Statuta FIFA yakni soal Hak Asasi Manusia.
- Upaya yang lebih aktif untuk mempromosikan kesetaraan perempuan. Termasuk di dalamnya adalah keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan-keputusan.
- Transparansi yang lebih besar. Termasuk di dalamnya soal gaji petinggi-petinggi FIFA.
- Pemangkasan birokrasi, berupa perampingan jumlah Standing Committe dari yang tadinya 25 orang menjadi hanya 9 orang.
- Pemisahan jabatan politis dan manajerial di tubuh FIFA.
Setelah menyepakati paket reformasi ini, agenda Kongres Luar Biasa FIFA selanjutnya adalah memilih presiden baru. (din/roz)











































