Dimitri Payet tentunya sangat ingin tampil di Piala Eropa 2016. Tapi, jika nantinya gagal masuk timnas Prancis, Payet mengaku tak akan memusingkannya.
Payet jadi salah satu bintang yang bersinar di Premier League musim ini. Pemain 28 tahun itu membuat delapan gol dan tujuh assist untuk melajukan West Ham United di papan atas.
Performa Payet itu bahkan mendapat pengakuan ketika terpilih sebagai Pesepakbola Terbaik Klub London tahun ini mengalahkan Mesut Oezil (Arsenal).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik pun mempertanyakan keputusan Deschamps yang tak kunjung memanggil pemilik 15 caps tersebut. Apalagi Payet dinilai bisa jadi kartu AS Prancis di Piala Eropa mendatang.
Terkait polemik pemanggilan dirinya ke timnas, Payet tak mau berkomentar lebih jauh. Jika memang Deschamps menilai dirinya belum pantas berseragam 'Tim Ayam Jantan', Payet akan menerimanya dengan dengan lapang dada.
"Itu bukan sebuah ketidakadilan. Pelatih harus membuat keputusan. Dia adalah bos, dia memilih pemain yang dibutuhkanya. Saya senang dengan performa saya saat ini, saya hanya coba tampil efisien," ujar Payet kepada Canal Plus seperti dilansir Soccerway.
"Saya tidak akan bilang bahwa saya bahagia jika diganti, saya ingin bermain dan bertarung memperebutkan tempat saya," sambungnya.
"Dari sisi olahraga, saya merasa ini adalah salah periode terbaik dalam karier saya. Saya senang jika bisa tampil di Euro, jika tidak, saya tahu saya sudah memberikan segalanya dan tidak ada rasa kecewa sama sekali," tutupnya.
(mrp/mfi)











































