"Merampok", Pemain Brasil Diskors
Kamis, 17 Mar 2005 09:45 WIB
Jakarta - Hati-hati dengan bahasa tubuh, salah-salah pakai bisa berabe. Mantan pemain internasional Brasil Junior Baiano diskors gara-gara "merampok" di lapangan.Ceritanya, bulan lalu dalam pertandingan Flamengo versus Volta Redonda, Baiano melakukan pelanggaran berat sehingga wasit mengganjarnya dengan kartu merah alias mengusirnya dari lapangan.Mungkin kesal dengan keputusan tersebut, bek berusia 35 tahun itu lalu membuat sebuah gerak isyarat dengan tangan yang oleh masyarakat Brasil biasa diinterpretasikan dengan sebuah "perampokan".Oleh komisi disiplin liga setempat ia diputuskan bersalah dan dikenakan hukuman larangan bermain sebanyak tiga kali karena "serangan moral" dan dua partai dengan alasan "tidak hormat". Demikian Reuters, Kamis (17/3/2005) pagi WIB.Baiano, yang namanya sempat ngetop sewaktu membela Tim Samba di Piala Dunia 1998, punya trek rekor buruk dalam kasus-kasus indisipliner. Ia antara lain pernah dipecat klub Jerman Werder Bremen setelah diskors 10 partai karena memukul seorang pemain lawan.Di tahun 2001 ia juga pernah dicekal selama 120 hari dari lapangan rumput gara-gara positif memakai kokain sewaktu masih membela Vasco da Gama. Waktu itu Baiano berdalih jadi korban sabotase, ada yang menaruh barang haram itu di makanan atau minumannya sebelum pertandingan. (a2s/)











































