Disulut Pelatih, Bukan Media

Kontroversi Mundurnya Frisk

Disulut Pelatih, Bukan Media

- Sepakbola
Sabtu, 19 Mar 2005 13:17 WIB
Jakarta - Wasit asal Swiss Urs Meier punya pandangan sendiri tentang kontroversi mundurnya Anders Frisk. Ia melihat ucapan pelatih-lah yang menyulut opini publik, bukan media massa.Secara tidak langsung Meier menuding Jose Mourinho sebagai pemicu keputusan Frisk pensiun dini. Mourinho mengecam habis Frisk sewaktu memimpin pertandingan Liga Champions antara Chelsea versus Barcelona di Nou Camp bulan lalu."Kampanye semacam ini tidak dimulai oleh media, tapi oleh pelatih. Kami masih bisa hidup tenang dengan kritikan tentang kartu merah atau penalti. Tapi jika Anda terus-terusan mempublikasikan keraguan pada integritas seorang wasit, maka Anda tengah melemahkan dia," papar Meier dalam harian Jerman Die Welt.Lebih lanjut ia menambahkan, jika kondisi ini tidak diseriusi, bisa-bisa suatu hari akan ada wasit yang mati betulan, dan tidak sekadar menerima ancaman teror via telepon, e-mail, surat kaleng dan sebagainya."Sejauh ini memang belum ada yang lebih dari sekadar ancaman mati di kompetisi level atas. Tapi bisa saja pada suatu waktu akan ada yang tewas. Lalu, orang-orang yang sama (yang mengkritik wasit) akan bertanya: 'bagaimana ini bisa terjadi?'"Meier, 46, pernah menerima ancaman mati setelah ia menganulir gol Sol Campbell sewaktu Inggris melawan Portugal di perempatfinal Piala Eropa tahun lalu. Ia lalu dihujani serangan oleh pers Inggris dan tak lama kemudian memutuskan pensiun enam bulan lebih cepat dari semestinya."Waktu itu sebenarnya saya memang mau mundur usai Euro karena limit usia sudah dekat. Tapi setelah kampanye media Inggris, saya bilang 'Tidak, saya tak mau memberi mereka jalan dan bertahan setengah tahun lagi'. Toh saya punya beberapa pertandingan indah setelah itu seperti Jerman vs Brasil atau Barcelona melawan AC Milan," kenangnya.Ditambahkannya, ketika itu selama seminggu ia bersembunyi di bawah perlindungan polisi sejak menerima 19 ribu e-mail bernada kebencian. Sebuah koran Inggris mempublikasikan alamat rumahnya dan seorang wartawan membentangkan bendera Inggris ukuran raksasa di sebuah kebun di dekat kediamannya.Sebagai salah satu solusi Meier mengusulkan agar pemain atau pelatih yang menghina wasit dijatuhi hukuman berupa larangan bermain. Di Italia hukuman yang biasa berlaku adalah denda hingga 60 ribu euro."Dengan serangan seperti (yang dilakukan Mourinho) itu, asosiasi-asosiasi seharusnya melarang mereka untuk beberapa pertandingan." (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads