Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan travel alert pada Selasa (31/5/2016) kemarin untuk wilayah Eropa. Berlaku sampai 31 Agustus, Kementrian Luar Negeri AS menyatakan kalau potensi serangan teroris membesar di Eropa karena banyaknya wisatawan dari seluruh dunia yang akan berkunjung ke sana.
"Kami memperingatkan warga negara AS akan potensi risiko serangan teroris di seluruh Eropa, yang membidik event-event besar, lokasi tujuan wisata, restoran, pusat keramaian, dan sarana transportasi. Besarnya jumlah turis yang mengunjungi Eropa musim panas ini akan menjadikan mereka target besar bagi teroris melancarkan serangan di lokasi publik, terutama di event besar," demikian pernyataan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat di situs resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada Maret 2016 lalu gantian Brusels yang jadi sasaran serangan. Ledakan besar terjadi di bandara udara utama kota tersebut dan juga di stasiun kereta bawah tanah.
Bukan cuma Piala Eropa yang membuat Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan travel alert. Warga AS juga diminta berhati-hati saat menyaksikan Tour de Frace (2-24 Juli). Dikutip dari BBC, ini adalah kali ketiga dalam 20 tahun terakhir Amerika Serikat mengeluarkan travel alert padsa warganya yang akan pergi ke Eropa.
UEFA memperkirakan akan ada 2,5 juta penonton yang menyaksikan langsung di stadion seluruh laga Piala Eropa, dengan jumlah pengunjung dari luar negeri mencapai 1 juta orang. Bekerjasama dengan Pemerintah Prancis dan negara-negara kontestas, UEFA menyebut akan ada 90.000 petugas keamanan diterjunkan selama event ini, yang terdiri dari kepolisian, angkatan bersenjata, serta petugas keamanan swasta. (din/roz)











































