sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 27 Jun 2016 10:32 WIB

Untuk Tahun Ketiga Secara Beruntun, Argentina Gagal di Final

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Foto: Adam Hunger-USA TODAY Sports
Foto: Adam Hunger-USA TODAY Sports
Jakarta - Argentina kembali harus menelan pil pahit di partai final. Untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun secara berturut-turut, La Albiceleste gagal di laga puncak.

Sejak tahun 2014, Argentina selalu masuk ke final turnamen besar yang diikutinya. Dua tahun lalu, Argentina menembus final Piala Dunia di Brasil.

Namun Argentina harus puas menjadi runner-up. Menghadapi Jerman di partai final, Argentina takluk 0-1 lewat gol Mario Goetze dalam pertandingan yang harus dituntaskan lewat perpanjangan waktu.

Setahun kemudian, Argentina kembali tampil di final. Tim arahan Gerardo Martino itu melaju ke final Copa America 2015 dan menghadapi tuan rumah, Chile.

Pertandingan final melawan Chile berakhir dengan skor 0-0 sampai masa perpanjangan waktu. Pemenang akhirnya harus dituntaskan lewat adu penalti. Di babak adu tos-tosan, Argentina kalah 1-4 setelah Gonzalo Higuain dan Ever Banega gagal mengeksekusi penalti.

Tahun 2016, dalam edisi khusus Copa America Centenario, babak final kembali dijejak Argentina. Lawan yang dihadapi adalah Chile yang merupakan juara bertahan. Ini menjadi ulangan final Copa America 2015.

Dalam final di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin (27/6/2016) pagi WIB, pertandingan lagi-lagi harus dituntaskan lewat adu penalti setelah skor 0-0 tak berubah hingga babak perpanjangan waktu.

Di babak adu penalti, Argentina sempat berada di atas angin setelah Arturo Vidal yang menjadi eksekutor pertama Chile gagal menuntaskan tugasnya. Namun Argentina justru tak mampu memaksimalkan keuntungan tersebut. Lionel Messi, maju sebagai penendang pertama, gagal menyarangkan bola ke dalam gawang. Tendangannya melayang jauh dari sasaran.

Argentina lantas berada di ujung tanduk setelah tendangan Lucas Biglia digagalkan oleh Claudio Bravo. Eksekutor terakhir Chile, Francisco Silva, akhirnya menuntaskan adu penalti untuk memberi Argentina kekalahan 4-2.

Dengan kegagalan ini, kutukan Argentina di laga final masih berlanjut. Dalam catatan Opta, Argentina sudah kalah dalam tujuh final terakhir yang mereka capai. Sebelum tiga final yang disebutkan di atas, Argentina gagal di final Copa America 2004 dan 2007 serta Piala Konfederasi 1995 dan 2005.




(nds/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com