'Big Sam' Bisa Apa di Timnas Inggris?

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 23 Jul 2016 04:54 WIB
Foto: Reuters/Lee Smith
London - Tak sedikit yang mengernyitkan dahi ketika Inggris menunjuk Sam Allardyce sebagai manajer baru. Maklum, Allarydce tergolong pelatih yang biasa-biasa saja dan tanpa gelar bergengsi.

Pria berjuluk 'Big Sam' itu resmi ditunjuk sebagai pengganti Roy Hodgson di kursi manajer Inggris, Jumat (22/7/2016) setelah setuju dengan kontrak dua tahun yang disodorkan oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA).

Setelah rumor soal penunjukkan Allardyce menyeruak awal pekan ini, media-media Inggris lebih banyak menyoroti keputusan FA untuk mendekati pria 61 tahun tersebut. Padahal isu yang beredar, FA awalnya mengincar Juergen Klinsmann dan Arsene Wenger.

Wajar saja jika keputusan FA ini dipertanyakan mengingat Allardyce bukanlah manajer top di Inggris meski namanya sudah tenar di sana. Ini dikarenakan Allardyce tak akrab dengan trofi dan lebih sering berkutat di papan tengah ke bawah bersama tim-tim asuhannya.

Ini tentunya bukan sesuatu yang dibutuhkan Inggris yang sudah lama puasa gelar sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

Tengok saja persentase kemenangannya di kompetisi teratas Inggris yang hanya 33,6 persen. Lalu total kebobolan 637 gol di tim-tim asuhan Allardyce hanya lebih baik dari Harry Redknapp sebagai manajer terlama di Premier League.

Belum lagi soal rataan selisih gol minus 80 selama menangani Bolton Wanderers, Newcastle United, Blackburn Rovers, West Ham United, dan Sunderland.

Meski demikian, Allardyce bertekad untuk membayar kepercayaan FA dengan membawa Inggris tampil bagus dan tentunya lolos ke Piala Dunia 2018.

"Saya merasa sangat bangga ditunjuk sebagai manajer baru Inggris, terlebih karena saya sudah mengidam-idamkan posisi ini sejak lama. Bagi saya, ini jelas pekerjaan terbaik di sepakbola Inggris," ujar Allardyce di Soccerway.

"Saya akan melakukan apapun untuk membantu Inggris tampil baik dan memberikan sukses yang fans negara ini pantas dapatkan. Di atas itu semua, kami harus bisa membuat orang-orang serta seluruh masyarakat negara ini bangga," sambungnya.

"Sementara fokus utama saya adalah di tim senior dan meraih hasil positif, saya ingin memperluas pengaruh saya di seluruh tim pengembangan di St George's Park - fasilitas yang selalu saya gunakan bersama klub-klub sebelumnya," tutupnya.


(mrp/mrp)