Polisi Tahan 81 Perusuh di Mali

Polisi Tahan 81 Perusuh di Mali

- Sepakbola
Selasa, 29 Mar 2005 00:20 WIB
Jakarta - Polisi telah menahan sekitar 81 orang yang terlibat dalam aksi kerusuhan di ibukota Mali, Bamako, menyusul kekalahan tim negara tersebut di babak kualifikasi Piala Dunia 2006 hari Minggu (28/3/2005) kemarin.Begitu wasit meniup peluit panjangnya, tak lama setelah Togo mencetak gol kemenangan 2-1, ribuan suporter Mali menyerbu ke lapangan. Mereka lalu dihalau aparat dengan gas airmata.Akan tetapi kekacauan lebih hebat justru terjadi di luar arena. Sambil meninggalkan stadion, di jalan-jalan massa yang marah melakukan aksi perusakan dan pembakaran. Mereka juga menyerukan agar pejabat federasi sepakbola Mali lengser serta menjelek-jelekkan pemerintahan Presiden Amadou Toumani.Dilaporkan AFP, mobil-mobil dibakar dan dihancurkan, rambu-rambu lalulintas dicopoti, dan jembatan utama di atas sungai Niger diblokir. "Lusinan bar, restoran, dan hotel kecil juga dibakar. Para pengunjuk rasa menyerang simbol-simbol negara dan olahraga Mali," demikian kesaksikan seorang polisi.Yang terakhir termasuk markas KONI-nya Mali, dua gelanggang olahraga, termasuk Stadion 26 Maret yang digunakan pada pertandingan Mali-Kongo, sebuah monumen besar yang jadi simbol persatuan Afrika (Africa Tower), beberapa perkantoran pemerintah, bahkan rumah-rumah bordir.Seorang politisi setempat yang enggan disebut identitasnya mengatakan, kerusuhan ini merupakan ekspresi ketidakpuasan dari orang-orang yang kesulitan secara ekonomis, sementara mereka ingin menyaksikan tim sepakbola kesayangannya berprestasi tinggi.Mali saat ini mendekam di posisi terbawah klasemen Grup 1 zona Afrika. Dari enam pertandingan yang telah dilakoni mereka baru bisa mengutip dua angka hasil dua kali seri.Akibat kerusuhan tersebut beberapa petugas kepolisian mengalami cedera cukup serius, begitu pula beberapa perusuh. Sumber dari kementerian keuangan Mali menaksir jumlah kerugian dari peristiwa ini mencapai miliaran francs Mali. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads