Allardyce memang tidak dipecat, namun FA memintanya untuk meletakkan jabatannya. Eks manajer West Ham United dan Sunderland tersebut ketahuan memberikan saran terkait bagaimana caranya mengakali peraturan FA dan FIFA.
Tidak hanya itu, Allardyce juga diduga menerima deal sebesar 400.000 poundsterling. Dalam deal tersebut, Allardyce dijadwalkan melakukan perjalanan ke Singapura dan Hong Kong untuk memberi penjelasan lebih rinci pada pengusaha yang memiliki klien pemain di Liga Inggris bagaimana mengakali larangan kepemilikan pemain oleh pihak ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi FA, yang menuntut integritas dari manajer tim nasional mereka, tindakan Allardyce tidak bisa dibenarkan. Mereka menyebut, sekali pun Allardyce sudah meminta maaf, kedua belah pihak sepakat bahwa Allardyce harus meletakkan jabatannya.
"Tindakan Allardyce, seperti yang dilaporkan pada hari ini, tidak pantas dilakukan oleh seorang manajer tim nasional Inggris," ucap pernyataan FA.
"Dia mengaku bersalah dan telah meminta maaf. Namun, mengingat seriusnya tindakan yang dia lakukan, FA dan Allardyce bersepakat untuk memutus kontrak sesegera mungkin."
"Ini bukan perkara gampang, tapi FA selalu memprioritaskan diri pada kepentingan yang lebih besar dan berusaha untuk mempertahankan standar tinggi dalam sepakbola."
"Seorang manajer dari tim nasional putra Inggris harus menunjukkan sikap kepemimpinan yang kuat dan menunjukkan respek terhadap integritas permainan ini setiap waktu," demikian pernyataan tersebut.
Allardyce hanya memimpin Inggris berlaga satu kali. Setelah ia meletakkan jabatannya, Inggris kini ditangani oleh pelatih tim U-21, Gareth Southgate.
(roz/mfi)











































