Allardyce cuma memimpin timnas Inggris menjalani satu pertandingan saja. Dia diputus kontrak oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) setelah hanya 67 hari menjabat manajer karena terjerat skandal memalukan.
[Baca juga: Allardyce Kehilangan Jabatan Lewat Skandal Memalukan]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca juga: 'Skandal Allardyce Bikin Inggris Kini Jadi Bahan Tertawaan Dunia']
"Saya melihat Alan Shearer mengatakan sepakbola Inggris telah menjadi bahan tertawaan. Ini sulit dikatakan, tapi saya sedikit setuju dengan seorang manajer kehilangan pekerjaannya setelah satu laga," kata Rose kepada Sky Sports.
"Itu tidaklah bagus dalam hal apapun dan apapun sikap yang diambil FA setelah empat pertandingan (bersama Gareth Southgate), saya harap manajer Inggris berikutnya akan menangani untuk masa yang panjang dan membantu kami sedikit meningkat di turnamen-turnamen."
"Hanya ada banyak manfaat bertahan lama dengan seorang manajer dan harus ada sebuah titik di mana para pemain melihat satu sama lain dan berkata 'Ini tidak cukup bagus'. Dengan Sam, entah itu datangnya dari mana. Saya cuma berpikir 'Siapa lagi sekarang'."
"Saya tidak mau mengatakan bahwa ini adalah sebuah kekacauan. Tapi ini tidak menyenangkan untuk sepakbola Inggris," imbuh bek Tottenham Hotspur ini.
Inggris, meski disebut-sebut punya kompetisi domestik terketat, sudah lama tak berprestasi di turnamen-turnamen besar. Di Piala Dunia, selepas finis keempat di Piala Dunia 1990, paling tinggi mencapai perempatfinal.
Demikian juga di Piala Eropa. Belum sekalipun juara, Inggris paling tinggi cuma mencapai perempatfinal setelah terakhir kali mencapai semifinal di 1996. Sepeninggal Allardyce, timnas Inggris sementara akan ditangani Southgate.
(raw/krs)










































