Inggris menjadi sorotan setelah kekalahan dari Islandia di Piala Eropa tahun ini. Hasil negatif itu sampai membuat sang manajer tim, Roy Hodgson mundur dari jabatannya.
Setelah itu, Inggris ditangani Allardyce. Big Sam--julukan Allardyce--malah bikin malu timnas Inggris dengan pernyataannya kepada seorang wartawan Telegraph yang menyamar. Allardyce membeberkan banyak hal, salah satunya cara mengakali peraturan FA mengenai aturan kepemilikan pemain oleh pihak ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Grup F itu, Inggris mendapatkan hasil positif lewat kontribusi Daniel Sturridge dan Dele Alli. Dua gol itu diceploskan pada babak pertama. Meski membuat banyak peluang di paruh pertandingan kedua, tapi Inggris tak berhasil menambah gol lagi.
Southgate yang didapuk menggantikan Allardyce mengakui penampilan anak asuhnya mulai menurun di babak kedua. Namun, di sisi lain dia juga tak bisa mengontrol penampilan sip kiper Malta, Andrew Hogg yang bisa membuat delapan penyelamatan sepanjang laga. Namun, hasil postif itu cukup membuat dia bahagia.
"Saya rasa kami tampil bagus di babak pertama. Semestinya kami bisa mencetak lebih banyak gol lagi. Kiper mereka membuat penyelematan-penyelamatan penting, sementara beberapa pemain kami mengalami masalah fisik di babak kedua," kata Southgate seperti dikutip Sports Mole.
"Kami kehilangan beberapa peluang bagus tapi melihat situasi kami 10 hari lalu saya bersyukur dengan hasil ini. Kami bisa membuat pergerakan lebih cepat tapi pertandingan di Slovenia akan berbeda.
"Saya menikmati benar satu pekan belakangan ini. Saya akan lebih senang kalau bisa mempersembahkan empat atau lima gol kepada penonton. Tapi mereka mempunyai kiper yang tampil amat bagus dan pertahanan yang solid," tutur Southgate.
Terdekat Inggris akan menghadapi Slovenia.
(fem/mrp)











































