Buffon: Bukan Penampilan Italia yang Biasanya

Buffon: Bukan Penampilan Italia yang Biasanya

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 10 Okt 2016 13:23 WIB
Buffon: Bukan Penampilan Italia yang Biasanya
Foto: Claudio Villa/Getty Image
Skopje - Italia bersusah payah untuk menaklukkan Makedonia di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Kapten Gli Azzurri Gianluigi Buffon mengakui timnya tampil tak oke.

Italia memetik kemenangan 3-2 saat bertandang ke Nacionalna Arena Filip II Makedonski, Senin (10/10/2016) dinihari WIB. Sempat unggul 1-0 melalui Andrea Belotti, Italia kemudian berbalik tertinggal 1-2 usai dibobol dua gol dalam waktu berdekatan oleh Ilija Nestorovski dan Ferhan Hasani.

Usaha Italia menyamakan kedudukan berbuah hasil pada menit ke-75 berkat Ciro Immobile. Baru di masa injury time skuat besutan Giampiero Ventura memastikan kemenangannya melalui gol kedua Immobile.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski punya penguasaan bola tinggi hingga 66%, Italia kurang mampu mengontrol permainan. Itu setidaknya terlihat dari cukup banyak percobaan Makedonia yang mengancam gawang mereka, yakni enam dari 13 percobaan.

Italia sendiri punya 19 upaya dan sembilan di antaranya mengarah ke gawang.

"Itu adalah pertandingan yang sangat aneh. Kami memetik keunggulan dan kemudian tidak mengontrol situasi dalam cara yang tepat, karena kami membiarkan lawan punya terlalu banyak kans mencetak gol dan itu sesuatu yang tak biasanya kami lakukan," kata Buffon kepada Rai Sport.

"Di luar hasilnya, kami juga bisa membawa pulang dari laga ini fakta bahwa kami selalu memberikan hati dan jiwa kami, yang mungkin terkadang memberikan kami hasil yang lebih baik dibandingkan yang layak kami dapatkan," imbuhnya.

Italia kerepotan sendiri karena dua kesalahan individu. Dua gol Makedonia terjadi karena Marco Verratti dan Federico Bernadeschi kehilangan penguasaan dengan enteng.

Buffon mengakui kesalahan-kesalahan masih rentan terjadi seiring proses adaptasi mereka dengan Ventura. Tapi tujuh poin dari tiga laga masih terbilang bagus dan bisa dijadikan fondasi ke depannya.

"Ventura mencoba membantu kami dengan mengajarkan konsepnya dan caranya menginterpretasi sepakbola. Terkadang kami membuat kesalahan, jadi sejumlah laga yang tampak mudah di atas kertas malah jadi rumit," sambung kiper Juventus ini.

"Sekarang kami punya tujuh poin setelah tiga laga. Itu adalah sesuatu yang perlu kami jadikan pijakan," tandasnya.


(raw/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads