Kritikan tersebut datang dari bek Bolivia, Yasmani Duk. Duk terlibat insiden dengan Neymar pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, Kamis (6/10/2016) lalu.
Dalam sebuah perebutan bola di wilayah pertahanan Bolivia pada babak kedua, sikut kanan Duk mendarat di pelipis Neymar. Sikutan Duk menyebabkan darah mengucur dari wajah Neymar. Neymar pun harus mendapatkan perawatan untuk membersihkan lukanya.
Duk tak merasa harus meminta maaf atas kejadian itu. Menurutnya, insiden semacam itu adalah hal biasa dalam pertandingan sepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Neymar agak terlalu congkak. Dia seperti itu kepada kami semua di sepanjang pertandingan, tapi yang coba saya lakukan adalah merebut bola, yang mana selalu terjadi dalam sepakbola," ujar Duk kepada AS.
"Semua orang tahu olahraga punya sisi fisik. Hidung saya pernah patah dan tak seorang pun yang membahasnya," katanya.
"Untuk menjadi pemain terbaik di dunia, dia harus berhenti berperilaku seperti itu dan mulai menunjukkan respek kepada lawan-lawannya," ujar Duk.
Pada laga tersebut, Brasil menang telak 5-0 atas Bolivia. Neymar menyumbangkan satu gol dan dua assist pada laga itu.
(mfi/krs)











































