Kerusuhan Penonton Kembali Terjadi di Jerman
Minggu, 03 Apr 2005 11:50 WIB
Jakarta - Persepakbolaan Jerman kembali diguncang hooliganisme. Kerusuhan penonton dilaporkan terjadi di tiga tempat dan menyebabkan seorang pelatih terluka. Dilansir AP, Minggu (3/4/2005), sejak Jumat (1/4) telah terjadi tiga kerusuhan penonton di Aue, Essen dan Aachen. Dua orang polisi dan ratusan fans dilaporkan terluka dalam kerusuhan yang terjadi di ketiga kota tersebut. Selain korban polisi dan fans, kerusuhan di Aue memakan korban pelatih klub Energie Cottbus Petrik Sander yang diduga terkena lemparan mercon. Sander sempat terkapar tanpa pertolongan selama beberapa menit, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani pemeriksaan. Cottbus mengalami kekalahan 0-2 atas tuan rumah Aue. Sementara di Essen, polisi harus bertarung dengan ratusan fans Dynamo Dresden yang mengamuk sebelum pertandingan Dynamo vs Essen berakhir dengan skor 1-2. Dalam kerusuhan tersebut, Polisi menangkap 20 orang pelaku. Kerusuhan penonton semakin memperburuk citra Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006. Apalagi kerusuhan itu muncul hanya sepekan setelah fans Jerman rusuh di Slovenia. Ketika itu 45 orang perusuh ditangkap. Retetan insiden hooliganisme membuat otoritas Jerman bergerak cepat. Persoalan hooliganisme kini tak lagi ditangani oleh otoritas sepakbola melainkan juga sudah menjadi persoalan negara."Untuk menghentikan kekerasan, para hooligans akan dijauhkan dari stadion dan lingkar dalam kota. Pemerintah federal dan pusat juga akan segera menerapkan peraturan legal untuk menjerat mereka," tandas menteri dalam negeri Otto Schill. (mel/)











































