sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 12 Nov 2016 10:00 WIB

Bahas soal Koeman, O'Neill Ikut Sebut-Sebut Trump dan Clinton

Kris Fathoni W - detikSport
Foto: Srdjan Stevanovic/Getty Images
Dublin - Manajer Republik Irlandia Martin O'Neill membahas soal cedera salah satu pemainnya yang membela klub Everton, dengan menyebut-nyebut Donald Trump dan Hillary Clinton.

Republik Irlandia akan menyambangi Austria untuk partai kualifikasi Piala Dunia 2018, Sabtu (12/11/2016). Menjelang laga itu The Boys in Green kehilangan gelandang James McCarthy yang harus dipulangkan karena cedera hamstring.

Perkara McCarthy itu setidaknya sudah membuat Roy Keane, asisten O'Neill, melontarkan kritikan kepada Everton dan Ronald Koeman selaku manajer, sehubungan penangangan mereka terhadap pemain bersangkutan.

O'Neill pun kini berkomentar--awalnya secara berkelakar karena membawa-bawa Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat, yang mengungguli kandidat kuat lainnya, Hillary Clinton.

"(Koeman) Akan masuk agenda orang yang bakal saya telepon, tapi pertama-tama saya harus menelepon Donald Trump untuk memberinya ucapan selamat dan kemudian menghubungi Hillary Clinton untuk memberi ucapan simpati," katanya di Sky Sports.

"Kemudian di sela-sela itu, ya, Koeman. Ada kemungkinan seseorang akan menelepon saya juga, kan?" ceplos O'Neill.

Ia kemudian melanjutkan pembahasan dengan nada lebih serius. O'Neill tampak enggan mengkritik Everton secara frontal, walaupun berharap hal serupa tak terjadi lagi di masa depan.

"Ini adalah kelanjutan (argumen) sebelumnya tapi saya benar-benar berpikir sekarang sudah selesai. Kita lihat ke depan saja. Saya memasukkan James ke skuat sementara karena ia menduga akan bisa main. Menang ada kemungkinan ia takkan bisa melakukannya dan karena ini cedera hamstring saya pun tidak mau ambil risiko," ucap O'Neill.

"Akan tetapi, kali lain saat ia sebelumnya bisa main, ia bisa pulih dari cedera, dan dapat dilihat kalau beberapa hari kemudian ia ada di skuat Everton. Menurut saya masalah ini sudah selesai dan saya harap James bisa main di kesempatan berikutnya pada bulan Maret.

"Saya pikir para pemain tidak terperangkap di tengah-tengah kepentingan klub dan timnas, dan saya pikir memang tidak tepat jika mereka berada pada posisi tersebut," tuturnya.

(krs/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com