Jelang Liverpool vs Juventus
Aksi Simpatik Mengenang Heysel
Selasa, 05 Apr 2005 03:00 WIB
Jakarta - Nyawa 39 orang terenggut di Heysel pada tahun 1985. Agar tak ada lagi dendam apalagi korban, sejumlah aksi simpatik dilakukan menjelang pertemuan Liverpool dan Juventus.Seorang fans Liverpool yang dipenjara karena ikut ambil bagian dalam insiden berdarah antarsuporter tersebut, Terry Wilson, dilaporkan sedang berada di Turin, Italia, untuk bertemu dengan keluarga beberapa korban.Tindakan tersebut dilakukan Wilson dalam uoayanya menyembuhkan luka yang sudah berusia 20 tahun, dan agar sejarah buruk itu tidak terulang lagi pada dua leg Liverpool vs Juventus di babak perempatfinal Liga Champions musim ini.Lelaki 38 tahun yang menjalani hukuman sembilan bulan penjara -- dari vonis lima tahun -- itu antara lain bertemu dengan Otello Lorentini, pendiri Yayasan Korban Heysel, yang anaknya yang bernama Roberto termasuk salah satu dari korban tewas tersebut."Saya pergi ke sana untuk mengatakan penyesalan atas peran yang saya mainkan pada insiden Heysel, yang menyebabkan anaknya meninggal dunia, serta memohon maaf padanya," ujar Wilson yang dimuat situs resmi Liverpool, Senin (4/4/2005).Upaya lain untuk mengenang tragedi itu sekaligus menyatukan fans The Reds dengan tifosi La Vecchia Signora adalah mempertemukan kedua suporter dalam sebuah pertandingan eksebisi.Partai antarfans itu rencananya digelar di kamp latihan Liverpool hari Selasa (5/4/2005) siang, atau beberapa jam sebelum kick off duel Liverpool vs Juventus di stadion Anfield.Nantinya pada pendukung Juve akan diberi brosur berbahasa Italia yang isinya mempromosikan persahabatan dan saling pengertian di antara sesama suporter sepakbola. Mantan penyerang Liverpool dan Juventus, Ian Rush, juga menorehkan pesan khusus berbunyi: "We Are Sorry. You'll Never Walk Alone". Kalimat terakhir adalah slogan kota Liverpool.Juga sebelum pertandingan dimulai, fans Liverpool ditemani Phil Neal, kapten The Reds di Heysel, akan membawa spanduk mengenang 20 tahun tragedi tersebut bertuliskan "In Memoria e Amicizia" yang berarti "Dalam Kenangan dan Persahabatan".Insiden Heysel terjadi sebelum final Liga Champions 1985 antara Liverpool vs Juventus, yang kemudian dimenangi Juve 1-0. Dalam kerusuhan antarsuporter, 39 orang tewas, sebagian besar pendukung Juve. (a2s/)











































