Tim utama Chapecoense mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju Kolombia, Selasa (29/11/2016) kemarin, setelah pesawat yang mereka tumpangi terjatuh di kota Medellin. Pesawat jenis Aerospace 146 atau BAe 146 itu mengangkut 81 orang; 72 penumpang dan sembilan kru penerbangan.
Nyaris seluruh anggota tim Chapecoense menjadi korban dalam tragedi tersebut. Dari enam orang yang ditemukan selamat, empat di antaranya adalah pemain yakni Alan Ruschel, Danilo, Jakson Follmann, dan menyusul kemudian Helio Hermito Zampier Neto. Namun sang kiper, Danilo, kemudian meninggal setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi pada akhirnya mereka tak pernah memainkan pertandingan itu. Kecelakaan pesawat mengakhiri mimpi para pemain Chapecoense untuk meraih prestasi tertinggi dalam sejarah klub.
[Baca juga: Nasib Tragis Chapecoense, Leicester-nya Brasil]
Lewat sebuah video yang disertai tulisan singkat 'Eternos campeΓ΅es' (juara abadi), Chapecoense memberikan penghormatan kepada para pemainnya yang gugur dalam kecelakaan tersebut.
Video berdurasi 45 detik yang diunggah di akun Facebook Chapecoense itu memperlihatkan suka cita para pemain dan suporter akan setiap gol dan kemenangan yang mereka raih. Video tersebut juga diiringi sebuah narasi.
Hari ini, kami bangun dengan sebuah tantangan baru
Sebagaimana hidup telah mengajari kami pelajaran yang berbeda-beda
Pejuang kami menjadi pahlawan
Dan hidup mereka telah diabadikan
Dalam pertarungan yang membuat dunia berhenti
Hari ini, tak ada peluit panjang dalam pertandingan kami
Bersama-sama, kami lebih dari 11
Oh, 'Si Hijau' jaya yang bertumbuh
Di antara segala keadaan, kalian selalu jadi kemegahan
Di waktu senang, di waktu susah
'Badai'-ku, kalian selalu jadi juara
Foto: REUTERS/Paulo Whitaker |
(nds/din)












































Foto: REUTERS/Paulo Whitaker