Tite ditunjuk sebagai pelatih Brasil menyusul mundurnya Carlos Dunga pasca kegagalan lolos dari fase grup Copa America Centenario tengah tahun ini. Rekam jejak Tite bersama Corinthians jadi alasan Tite diangkat.
Betul saja ketika Brasil yang sempat terseok-seok di awal Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan lantas melesat bersama Tite. Enam kemenangan beruntun didapat dengan torehan 17 gol dan hanya kebobolan satu kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya awalnya mengira akan lebih rumit, dengan sedikit hasil-hasil positif. Saya tidak membayangkan statistik yang kami dapatkan saat ini, dan bahkan performa kami justru lebih baik. Kami mampu mempertahankan standar tinggi performa kami. Itu sangat signifikan," ujar Tite dalam wawancara dengan Reuters.
Kini Tite dan Brasil boleh dibilang tinggal beberapa langkah lagi sebelum menyegel tiket putaran final Piala Dunia di Rusia tahun depan. Oleh karenanya, Tite meminta anak asuhnya untuk bisa mempertahankan performa okenya saat ini.
Foto: REUTERS/Marco Bello |
"Hasilnya memuaskan di mana kami bisa mengubah keadaan yang ada," sambungnya.
"Kami sedang membangun momentum baru untuk tim nasional. Momen di mana kami bisa lolos, mengkonsolidasikan tim, dengan sepakbola efisien dan cantik, yang mana itu harus dikonsolidasi."
"Kami sedang tampil baik di sesi kualifikasi, kelolosan tidak begitu jauh. Kami tidak boleh lengah. Peluang ada di pertandingan berikutnya," tutupnya.
Dengan enam laga tersisa, Brasil berikutnya akan menghadapi Uruguay (tandang) dan Paraguay (kandang) bulan Maret 2017.
(mrp/krs)












































Foto: REUTERS/Marco Bello