DetikSepakbola
Minggu 04 Desember 2016, 10:09 WIB

Hujan dan Air Mata Iringi Kedatangan Peti Jenazah Para Pemain Chapecoense

Kris Fathoni W - detikSport
Hujan dan Air Mata Iringi Kedatangan Peti Jenazah Para Pemain Chapecoense Foto: REUTERS/Diego Vara
FOKUS BERITA: Tragedi Chapecoense
Chapeco - Peti-peti jenazah pemain Chapecoense yang menjadi korban tewas kecelakaan pesawat di Kolombia tiba di stadion yang dulu menjadi rumah kedua mereka. Hujan dan air mata mengiringi.

Tidak kurang dari 71 orang menjadi korban tewas dalam kecelakaan tersebut, termasuk mayoritas tim utama Chapecoense, beserta pelatih, staf, dan ofisial klub, yang sejatinya hendak menuju Kolombia untuk menjalani partai leg pertama Copa Sudamericana.

[Baca juga: Kecelakaan-Kecelakaan Pesawat yang Melibatkan Klub-Klub Sepakbola]

Dalam catatan Reuters, 50 peti jenazah "pulang" ke kota Chapeco pada hari Sabtu (3/12/2016) waktu setempat, diiringi guyuran hujan deras. Hujan terus mengguyur ketika peti-peti jenazah yang dibopong militer Brasil itu dibawa ke lapangan Stadion Chapecoense sebagai penghormatan terakhir.

Hujan dan Air Mata Iringi Kedatangan Peti Jenazah Para Pemain ChapecoenseFoto: REUTERS/Diego Vara

Guyuran hujan itu sendiri tidak menggoyahkan tekad para suporter Chapecoense di Conda Arena, dalam memberi penghormatan terakhir buat para pemain pujaan yang kini sudah menjalani tidur abadi.

[Baca juga: Tentang Chapecoense, Klub Brasil yang Alami Kecelakaan Pesawat]

Hujan dan Air Mata Iringi Kedatangan Peti Jenazah Para Pemain ChapecoenseFoto: REUTERS/Diego Vara

Seluruh prosesi berlangsung dengan iringan isak tangis air mata di wajah-wajah sendu. Simak salah satu catatan Julia Carneiro dari BBC Brasil ini:

"Puluhan ribu datang untuk mengucap salam terakhir, walaupun hujan deras mengguyur kota Chapeco selama proses berlangsung, dengan langit kelabu terus menggelayut setelah satu pekan sebelumnya ada hari-hari cerah. Peti-peti jenazah diselimuti bendera Chapecoense, kebanyakan suporter pun menyelimuti diri dengan bendera sama," tulisnya.

Hujan dan Air Mata Iringi Kedatangan Peti Jenazah Para Pemain ChapecoenseFoto: REUTERS/Ricardo Moraes

"Duka para keluarga korban benar-benar menyentuh hati. Seorang gadis kecil dengan lembut membelai potret ayah tercinta, memegang erat-erat bingkainya. Di tribun, seorang pria di samping saya terisak seperti bocah, ia menyeka air matanya yang berlinang dengan syal Chapecoense. Ia bilang bahwa tahun ini dia dan putranya yang berusia 9 tahun sudah menyaksikan seluruh pertandingan tim terkecuali satu laga.

[Baca juga: Sebelum Kecelakaan Maut, Pemain Chapecoense Ini Dikabari Akan Dapat Momongan]

"Seperti begitulah kisah yang umum di Chapeco sini. Tim ini bak putra dari kota Chapeco dan kota ini pun ikut berkabung bersama para keluarga korban," tutur Carneiro.

Presiden Brasil Michel Temer menyempatkan diri hadir langsung di Conda Arena. Kedatangannya disebut Reuters terjadi di luar rencana. Dengan momen itu menjadi penghormatan terakhir buat para mendiang, Temer juga enggan mencuri perhatian. Ia tak memberikan pidato resmi di prosesi selama sekitar 3 jam itu. Temer datang dan pergi tanpa pengumuman.

Hujan dan Air Mata Iringi Kedatangan Peti Jenazah Para Pemain ChapecoenseFoto: REUTERS/Diego Vara

"Kejadian ini, seperti Anda ketahui, sudah mengguncang negeri ini," kata Temer dalam komentar singkat sebelum berangkat ke stadion. "Hujan yang turun ini karena Santo Peter pasti ikut menangis."



(krs/fem)
FOKUS BERITA: Tragedi Chapecoense
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed