Beberapa eksekutor penalti ada yang mengubah kecepatan berlarinya sesaat sebelum menendang bola. Sementara pemain lain menendang dengan kuda-kuda satu langkah. Bahkan, panenka pun bisa dikategorikan sebagai tipuan dalam eksekusi penalti.
Semua itu dilakukan penendang demi menipu kiper, yang tujuan akhirnya tentu saja mencetak gol. Nah, untuk urusan tipu menipu Lee Trundle membawa eksekusi penalti ke level baru yang belum pernah ada sebelumnya. Itu dia lakukan saat Swansea All Stars melakukan laga amal di hari Minggu (4/12/2016) akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah bola sudah diletakkan di atas titik putih, Lee Trundle berjalan santai menghampiri si kulit bundar. Dia kemudian membungkuk seakan-akan ingin memperbaiki posisi bola - sebagaimana sering dilakukan oleh banyak pemain sebagai bentuk psy war.
Tapi alih-alih menyentuh bola dengan tangannya, sambil menunduk dia menendang si kulit bundar dengan kaki kiri. Bola melambung dengan cepat ke sudut atas gawang. Sementara kiper lawan hanya terdiam di posisinya tak sadar apa yang baru saja terjadi.
Filthiest penalty you'll see all day... pic.twitter.com/HBlessr8AZ
β Football Vines (@FootballVines) December 6, 2016
Gol tersebut dapat sorakan meriah dari segelintir penonton yang datang. Karena cuma pertandingan amal, gol tersebut sepertinya disahkan oleh wasit.
Laga antara Swansea All Stars dengan Llanelli Town (Divisi II Liga Wales) dilakukan untuk menggalng dana bagi Carolyn Gammon, seorang wanita lokal yang mengalami kanker payudara.
Respect & thanks to @LeeTrundle10 & Swans legends for supporting @CurlyCarsFund v @bflafc over 35's 11-3 we had you worried for 10 mins! pic.twitter.com/40xkCCujZn
β BFL AFC (@bflafc) December 5, 2016
(din/rin)











































