ADVERTISEMENT

Larangan Sihir dan Jampi-Jampi Usai Sebuah Kejadian dalam Pertandingan

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 29 Des 2016 11:49 WIB
Foto: Youtube
Kigali - Sepakbola Afrika acapkali dianggap lekat dengan unsur magis. Sebuah federasi sepakbola di benua itu kini bahkan punya aturan soal jampi-jampi ilmu sihir!

Adalah Federasi Sepakbola Rwanda (FERWAFA) yang kini memberlakukan peraturan mengenai pelarangan aksi jampi-jampi dalam laga sepakbola di negara tersebut.

"Dalam statuta FERWAFA kami tak punya peraturan untuk menghukum penggunaan ilmu sihir karena di dunia ini pun tak ada bukti hal tersebut bisa memengaruhi hasil pertandingan," kata Wakil Presiden FERWAFA Vedaste Kayiranga.

"Akan tetapi, dengan adanya kekerasan antarpemain karena tudingan salah satu tim menggunakan jampi-jampi ilmu sihir, kami sudah memutuskan untuk memberlakukan peraturan tersebut," lanjutnya seperti dilansir Mirror.

Kejadian yang dimaksud Kayiranga itu merujuk pada pertandingan antara Mukura Victory Sports versus Rayon Sport yang dilangsungkan sebelumnya pada bulan ini.

Pada satu waktu dalam laga itu Moussa Camara, penyerang Rayon, tampak kesal setelah sebuah tandukannya mengenai mistar gawang tim lawan. Rayon saat itu sedang berusaha bangkit dari ketinggalan 0-1.

Nah, tak berapa lama setelahnya Camara tampak berlari ke salah satu tiang gawang tim lawan dan mengambil sesuatu. Tindakannya di injury time tersebut membuat berang para pemain Mukura; si kiper berusaha menarik Camara dan pemain lain berupaya menendangnya.

Rwanda Larang Sihir dan Jampi-Jampi di Sepakbola Usai Kejadian di Sebuah LagaFoto: Youtube
Camara sendiri pada prosesnya sukses berlari sampai ke bench dan terlihat menyerahkan benda yang sebelumnya ia pungut dari tiang gawang Mukura. Ia lalu dikartu kuning oleh wasit.

Yang menarik kemudian adalah fakta bahwa di menit-menit awal babak kedua Camara berhasil menjebol gawang Mukura lewat sepakan jarak jauhnya dari sisi kiri lapangan. Itu menjadi gol penyama kedudukan dalam laga yang berakhir 1-1.



Menurut Rwanda New Times, kini para pelatih dan pemain di negara itu terancam denda berat dan sanksi lain jika ketahuan bersalah menggunakan ilmu sihir. Klub bahkan bisa dipotong tiga poin.

"Sedih sekali kami masih percaya dengan hal-hal seperti itu di sepakbola, ini bukan cuma memberi citra buruk pada negeri ini tapi membunuh perkembangan sepakbola," ujar Jimmy Mulisa, mantan pemain internasional Rwanda.

"Saya pikir (FERWAFA) harus mengambil tindakan serius terkait hal itu. Saya pribadi tak percaya dengan hal semacam itu dan saya bahkan harus menyudahi karier main lebih dini karena kebanyakan tim yang saya perkuat percaya dengan urusan jampi-jampi ilmu sihir," bebernya.


(krs/fem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT