Jakarta -
Sepakbola terkadang bisa menjadi hal yang sangat serius. Sebagian orang bahkan tak ragu untuk melakukan sesuatu yang di luar batas seperti ancaman pembunuhan.
Baru-baru ini bintang Leicester City Jamie Vardy menerima ancaman pembunuhan dari fansnya sendiri. Sejumlah figur sepakbola lainnya pun pernah menerima ancaman serupa.
Berikut adalah ancaman-ancaman pembunuhan di dalam sepakbola yang dilansir dari berbagai sumber:
1. Jamie Vardy
Foto: Getty Images/Laurence Griffiths
|
Penyerang Leicester City Jamie Vardy menerima ancaman pembunuhan setelah manajer klub Claudio Ranieri diberhentikan. Pemecatan Raneri dilakukan hanya sembilan bulan setelah dia membawa Leicester mengukir sejarah dengan menjuarai liga untuk pertama kalinya.Kemarahan fans dipicu oleh adanya kabar mengenai pertemuan antara pemilik klub dengan sejumlah pemain senior the Foxes, yang diduga Vardy ikut terlibat sebelum keputusan memecat Ranieri dibuat.
Sekalipun rumor itu telah dibantah, tidak menghentikan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Vardy.
2. James Rodriguez
Foto: AFP PHOTO / Juan Mabromata
|
Gelandang Real Madrid dan timnas Kolombia itu menerima ancaman pembunuhan pada Oktober 2016 lalu. Sebuah foto yang menampilkan kotak kayu berisikan senjata dan puluhan peluru dikirimkan melalui akun Twitter pribadi ibu James, Pilar Rubio.
Pesan ancaman tersebut dikirimkan oleh sebuah kelompok bernama Legion Holk, yang menurut pihak berwajib, memang bertujuan untuk mengancam dan memeras orang-orang secara online.
Sebuah tagar #JamesVerguenzaNacional, yang artinya James aib nasional disertakan dalam pesan tersebut. Tagar itu sendiri menjadi trending topic setelah James meninggalkan skuat Kolombia karena cedera, menjelang laga Kualifikasi melawan Uruguay.
3. Gabriel Agbonlahor
Foto: David Rogers/Getty Images
|
Boyband One Direction dan fansnya bisa menjadi kombinasi yang 'berbahaya'. Tanya saja kepada striker Aston Villa, Gabriel Agbonlahor.Di sebuah pertandingan amal pada September 2012, Agbonlahor melakukan tekel yang menjatuhkan lawan untuk merebut bola. Sesuatu hal yang amat wajar di dalam sebuah laga.
Namun, lain halnya kalau yang ditekel adalah Louis Tomlinson, seorang anggota One Direction. Sekumpulan fangirl (penggemar perempuan) murka kepada Agbonlahor dan mengiriminya ancaman pembunuhan via Twitter.
4. Nocerina
Foto: Screenshot YouTube
|
Klub Serie D Italia, Nocerina, pernah mengalami kejadian tak mengenakkan pada November 2013. Para pemainnya berpura-pura cedera karena tak mau bermain akibat menerima ancaman pembunuhan dari fans.Insiden itu terjadi saat Nocerina masih berlaga di Serie C. Memainkan pertandingan derby Salerno melawan Salernitana, delapan pemain Nocerina mengalami "cedera".
Di menit-menit awal, Nocerina bahkan sudah menghabiskan jatah tiga pergantian pemainnya. Alhasil, dengan enam pemain di atas lapangan yang artinya tidak memenuhi syarat pertandingan maka wasit pun terpaksa menghentikannya.
Menurut seorang pejabat kepolisian setempat, ancaman pembunuhan itu diterima para pemain Nocerino sebelum pertandingan. "Manajemen Nocerina harus meyakinkan para pemainnya untuk tetap bermain di atas lapangan sekalipun menerima ancaman-ancaman itu," kata Antonio De Iesu.
5. Tom Henning Ovrebo
Foto: Clive Rose/Getty Images
|
Bukan pesepakbola yang menjadi target ancaman pembunuhan kali ini, melainkan wasit. Tom Henning Ovrebo pernah mematahkan hati suporter Chelsea karena melakukan kesalahan dalam laga semifinal melawan Barcelona di Liga Champions 2009. Bertugas di leg kedua, wasit asal Norwegia ini mengabaikan empat klaim penalti Chelsea sehingga tersingkir lewat agregat gol tandang."Saya masih mendapatkan beberapa ancaman-ancaman pembunuhan tapi langsung saya buang," kata Ovrebo kepada The Times, nyaris tiga tahun setelah laga itu.
"Saya tidak menganggapnya serius meskipun kadang-kadang saya penasaran siapa yang mengirimnya. Baru kemarin saya menerima sebuah surat elektronik dari seorang fan Chelsea, yang ingin membunuh saya dan keluarga saya."
Ovrebo, yang kini sudah pensiun dari pertandingan internasional, mengakui bahwa penampilannya di pertandingan itu memang buruk. "Orang-orang yang tahu peraturan sepakbola tahu bahwa saya sudah melakukan hal-hal yang berbeda, tapi itulah kehidupan seorang wasit."
6. Eva Carneiro
Foto: Getty Images/Laurence Griffiths
|
Ancaman pembunuhan bahkan bisa menyasar kepada mereka yang tidak berada di atas lapangan. Contohnya adalah dokter tim. Seperti yang dialami mantan dokter tim Chelsea Eva Carneiro pada dua musim lalu.Kejadian itu berawal dari perseteruan Carneiro dengan Jose Mourinho, yang ketika itu masih memanajeri the Blues. Mourinho secara terbuka mengkritik Carneiro karena masuk ke lapangan untuk merawat Eden Hazard dalam laga melawan Swansea City di Stamford Bridge pada Agustus 2015.
Carneiro akhirnya mundur sebulan setelah kejadian itu. Akan tetapi, dirinya malah menerima tidak hanya ancaman pembunuhan tapi juga ancaman kekerasan seksual.
"Meskipun saya tidak menggunakan sosial media secara rutin -- saya pikir cuma sekali seumur hidup saya membuat satu postingan saja -- beberapa ancaman kekerasan seksual dan pembunuhan sudah muncul," kata Carneiro kepada Telegraph.
Penyerang Leicester City Jamie Vardy menerima ancaman pembunuhan setelah manajer klub Claudio Ranieri diberhentikan. Pemecatan Raneri dilakukan hanya sembilan bulan setelah dia membawa Leicester mengukir sejarah dengan menjuarai liga untuk pertama kalinya.
Kemarahan fans dipicu oleh adanya kabar mengenai pertemuan antara pemilik klub dengan sejumlah pemain senior the Foxes, yang diduga Vardy ikut terlibat sebelum keputusan memecat Ranieri dibuat.
Sekalipun rumor itu telah dibantah, tidak menghentikan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Vardy.
Gelandang Real Madrid dan timnas Kolombia itu menerima ancaman pembunuhan pada Oktober 2016 lalu. Sebuah foto yang menampilkan kotak kayu berisikan senjata dan puluhan peluru dikirimkan melalui akun Twitter pribadi ibu James, Pilar Rubio.
Pesan ancaman tersebut dikirimkan oleh sebuah kelompok bernama Legion Holk, yang menurut pihak berwajib, memang bertujuan untuk mengancam dan memeras orang-orang secara online.
Sebuah tagar #JamesVerguenzaNacional, yang artinya James aib nasional disertakan dalam pesan tersebut. Tagar itu sendiri menjadi trending topic setelah James meninggalkan skuat Kolombia karena cedera, menjelang laga Kualifikasi melawan Uruguay.
Boyband One Direction dan fansnya bisa menjadi kombinasi yang 'berbahaya'. Tanya saja kepada striker Aston Villa, Gabriel Agbonlahor.
Di sebuah pertandingan amal pada September 2012, Agbonlahor melakukan tekel yang menjatuhkan lawan untuk merebut bola. Sesuatu hal yang amat wajar di dalam sebuah laga.
Namun, lain halnya kalau yang ditekel adalah Louis Tomlinson, seorang anggota One Direction. Sekumpulan fangirl (penggemar perempuan) murka kepada Agbonlahor dan mengiriminya ancaman pembunuhan via Twitter.
Klub Serie D Italia, Nocerina, pernah mengalami kejadian tak mengenakkan pada November 2013. Para pemainnya berpura-pura cedera karena tak mau bermain akibat menerima ancaman pembunuhan dari fans.
Insiden itu terjadi saat Nocerina masih berlaga di Serie C. Memainkan pertandingan derby Salerno melawan Salernitana, delapan pemain Nocerina mengalami "cedera".
Di menit-menit awal, Nocerina bahkan sudah menghabiskan jatah tiga pergantian pemainnya. Alhasil, dengan enam pemain di atas lapangan yang artinya tidak memenuhi syarat pertandingan maka wasit pun terpaksa menghentikannya.
Menurut seorang pejabat kepolisian setempat, ancaman pembunuhan itu diterima para pemain Nocerino sebelum pertandingan. "Manajemen Nocerina harus meyakinkan para pemainnya untuk tetap bermain di atas lapangan sekalipun menerima ancaman-ancaman itu," kata Antonio De Iesu.
Bukan pesepakbola yang menjadi target ancaman pembunuhan kali ini, melainkan wasit. Tom Henning Ovrebo pernah mematahkan hati suporter Chelsea karena melakukan kesalahan dalam laga semifinal melawan Barcelona di Liga Champions 2009. Bertugas di leg kedua, wasit asal Norwegia ini mengabaikan empat klaim penalti Chelsea sehingga tersingkir lewat agregat gol tandang.
"Saya masih mendapatkan beberapa ancaman-ancaman pembunuhan tapi langsung saya buang," kata Ovrebo kepada The Times, nyaris tiga tahun setelah laga itu.
"Saya tidak menganggapnya serius meskipun kadang-kadang saya penasaran siapa yang mengirimnya. Baru kemarin saya menerima sebuah surat elektronik dari seorang fan Chelsea, yang ingin membunuh saya dan keluarga saya."
Ovrebo, yang kini sudah pensiun dari pertandingan internasional, mengakui bahwa penampilannya di pertandingan itu memang buruk. "Orang-orang yang tahu peraturan sepakbola tahu bahwa saya sudah melakukan hal-hal yang berbeda, tapi itulah kehidupan seorang wasit."
Ancaman pembunuhan bahkan bisa menyasar kepada mereka yang tidak berada di atas lapangan. Contohnya adalah dokter tim. Seperti yang dialami mantan dokter tim Chelsea Eva Carneiro pada dua musim lalu.
Kejadian itu berawal dari perseteruan Carneiro dengan Jose Mourinho, yang ketika itu masih memanajeri the Blues. Mourinho secara terbuka mengkritik Carneiro karena masuk ke lapangan untuk merawat Eden Hazard dalam laga melawan Swansea City di Stamford Bridge pada Agustus 2015.
Carneiro akhirnya mundur sebulan setelah kejadian itu. Akan tetapi, dirinya malah menerima tidak hanya ancaman pembunuhan tapi juga ancaman kekerasan seksual.
"Meskipun saya tidak menggunakan sosial media secara rutin -- saya pikir cuma sekali seumur hidup saya membuat satu postingan saja -- beberapa ancaman kekerasan seksual dan pembunuhan sudah muncul," kata Carneiro kepada Telegraph.
(rin/din)