Podolski soal Beda Nasib Jerman dengan Inggris

Podolski soal Beda Nasib Jerman dengan Inggris

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 22 Mar 2017 11:18 WIB
Podolski soal Beda Nasib Jerman dengan Inggris
Foto: Mike Hewitt/Getty Images
Kasem - Meski memiliki skuat dengan kualitas yang tidak jauh berbeda, timnas Jerman jauh lebih sukses daripada Inggris. Apa sebabnya? Lukas Podolski mencoba memberikan analisanya.

Jerman telah mengoleksi empat trofi juara Piala Dunia (1954, 1974, 1990, 2014) dan tiga Piala Eropa (1972, 1980, 1996). Sedangkan sejak 2006, Die Mannschaft tidak pernah gagal menembus setidaknya babak semifinal di dua kompetisi utama tersebut.

Bagaimana dengan Inggris? Baru satu trofi yang bisa didapatkan Inggris dalam sejarahnya yaitu Piala Dunia, itupun sudah lama sekali yakni tahun 1966 alias setengah abad yang lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara sejak 2006, Inggris paling banter melaju sampai perempatfinal yang dipijak di Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2012. Bahkan di Piala Dunia terakhir, the Three Lions tersingkir di babak grup dan terdepak di babak 16 besar Piala Eropa 2016.

Podolski akan memperkuat Jerman untuk terakhir kalinya saat menghadapi Inggris di laga ujicoba yang digelar di Signal Iduna Park, Kamis (23/3) dinihari WIB. Menurut mantan pemain Bayern Munich, Arsenal, dan Inter Milan itu faktor pelatih memegang peranan penting.

"Mungkin alasan utamanya adalah kami memiliki seorang pelatih bagus selama lebih 10 tahun dan setelah 2004 kami memulai sebuah jalan yang mungkin oleh negara-negara lain tidak dilakukan," kata pesepakbola berusia 31 tahun ini di the Guardian.

"Apa yang terjadi di Inggris di level junior aku tidak tahu. Tapi para pemainnya semakin tangguh ... dan kalau mereka tidak menghadapi Jerman di sebuah turnamen, mungkin mereka bisa lolos," imbuh Podolski sembari tertawa.

Jerman bertahan dengan pelatihnya, Joachim Loew, sejak 2006. Sedangkan dalam periode yang sama, Inggris sudah beberapa kali berganti pelatih mulai dari Steve McClaren, Fabio Capello, Roy Hodgson, Sam Allardyce, dan kini Gareth Southgate. (rin/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads