Jelang Milan vs PSV
PSV Andalkan Serangan Balik
Selasa, 26 Apr 2005 10:13 WIB
Jakarta - Pelatih PSV Eindhoven Guus Hiddink menegaskan timnya akan mengandalkan serangan balik. Cukup striker Jan Vennegoor of Hesselink yang dipasang di depan.Hiddink tampaknya merasa tidak perlu merahasiakan apapun datang ke San Siro di pertandingan semifinal dini hari nanti (Rabu 27/4/2005).Pengalaman saat membawa Korea Selatan mengalahkan Italia di Piala Dunia 2002 lalu teryata menjadi inspirasi bagi Hiddink. Dengan memfokuskan serangan balik yang cepat dari dua sayap, diharapkan sedikit peluang yang dimiliki bisa membuahkan hasil."PSV sangat agresif di tengah dan memiliki winger yang sangat berbahaya, mereka sangat cepat membawa bola sampai kedepan. Di daerah penalti sudah ada Jan Vennegoor yang juga berbahaya," ujar Hiddink pada situs resmi UEFA, Senin (25/4/2005).Musim ini PSV tanpa Arjen Robben sebagai penyerang sayap, namun gaya permainan menyerang 4-3-3 tidak berubah sama sekali. Sebagai penggantinya Hiddink memakai bekas anak asuhnya di timnas Korsel Park Ji Sung. Selain Mark vsn Bommel dan Phillip Cocu di tengah, aliran bola ke depan juga kerap melalui bek asal "Negeri Ginseng" juga, Lee Yong Pyo.Meski datang dengan semangat tinggi sebagai juara Eredivisie, Hiddink mengakui timnya kalah pengalaman seperti yang diungkapkan pelatih Milan Carlo Ancelotti. Meski demikian Hiddink sudah memiliki kiat untuk menggatasai masalah tersebut."Bagi beberapa pemain saya ini merupakan pertamakali bermain di tempat seperti San Siro, makanya penting bagi mereka untuk bisa mengendalikan groginya. Kami butuh keberanian, ketika sudah dilapangan kami harus melupakan hal yang lain dan konsentrasi hanya di sepakbola," ujarnya.Namun pekerjaan Hiddink dan pasukannya di leg pertama dini hari nanti akan lebih sulit. Dua pemain Milan Jaap Stamp dan Andrea Pirlo dipastikan akan masuk dalam skuad Ancelotti. Selain itu disaat PSV harus bermain agresif, bahaya lain pun mengancam. Lima pemainnya termasuk kapten Mark van Bommel dan bek gaek Phillip Cocu akan absen di leg kedua jika di pertandingan ini mendapat kartu kuning. (lom/)











































