Monaco tampil mengejutkan di bawah asuhan Leonardo Jardim musim ini. Tak diunggulkan jadi juara liga, Monaco malah mampu menghentikan dominasi Paris St-Germain yang selalu jadi juara dalam empat musim terakhir.
Kemenangan 2-0 atas St-Etienne memastikan Monaco jadi juara dengan musim menyisakan satu pertandingan lagi. Torehan 90 poin Monaco tak mampu lagi dikejar PSG yang berselisih enam poin di posisi kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radamel Falcao dan Kylian Mbappe adalah alasan mengapa Monaco begitu trengginas musim ini dengan mencetak lebih dari 100 gol. Falcao bikin 30 disusul Mbappe dengan 25 gol.
Selain keduanya, Valere Germain sebagai pelapis juga tampil tajam berkat torehan 16 gol. Di lini tengah, Fabinho, Thomas Lemar, Bernardo Silva, dan Tiemoue Bakayoko jadi kunci permainan Monaco.
Belum lagi kokohnya lini belakang dengan adanya Kamil Glik, Djibril Sidibe, dan Benjamin Mendy. Ditambah racikan Leonardo Jardim, jadilah Monaco kekuatan yang menakutkan.
Tapi di balik itu semua, Monaco boleh dibilang merugi karena mereka akan disibukkan dengan rumor-rumor ketertarikan klub lain. Tengok saja Mbappe yang sudah dikait-kaitkan dengan Real Madrid dan klub besar lainnya.
"Monaco sudah 17 tahun menunggu titel juara ini. Ini luar biasa. Kerja keras selalu berbuah hasil," ujar Wakil Presiden Monaco, Vadim Vasilyev, kepada Canal+.
"Kami masih ada di Ligue 2 empat tahun lalu. Saya tidak membayangkan kami bisa meraih ini dalam waktu singkat," lanjutnya.
"Kami akan mempertahankan seluruh pemain," tutup Vasilyev.
(mrp/mfi)











































