Kekecewaan Selimuti Kubu PSV

Kekecewaan Selimuti Kubu PSV

- Sepakbola
Kamis, 05 Mei 2005 05:52 WIB
Jakarta - Tak ada dari kubu PSV Eindhoven yang tidak merasa kecewa dengan kegagalan mereka membatalkan langkah AC Milan ke babak final Liga Champions. Kekecewaan yang menyelimuti juara Eropa 1988 dapat dimaklumi karena tim asuhan Guus Hiddink itu hampir saja memiliki kans untuk membalas kekalahannya di leg pertama minggu lalu, kalau saja tidak terjadi petaka di masa injury time babak kedua.Kalah 0-2 di San Siro, PSV berhasil mengukir dua gol dalam waktu 65 menit di Phillip Stadion, Kamis (5/5/2005) dinihari WIB. Namun usaha keras untuk paling tidak memaksakan babak tambahan menjadi buyar seketika setelah Massimo Ambrosini menjebol gawang Heurelho Gomez di menit 90.Gol balasan cepat dari Philip Cocu di detik-detik terakhir juga tak berarti apa-apa karena Milan punya keuntungan gol tandang, meskipun skor akhir adalah 3-1 untuk PSV."Ini malam yang indah, tapi kami membiarkannya lepas dari tangan kami di menit-menit terakhir," ujar Hiddink pasca pertandingan. "Ini sungguh mengecewakan karena Anda berhasil mengikat tim sekelas Milan tapi akhirnya tangan Anda hampa. Hukum sepakbola mengatakan bahwa Anda harus berkonsentrasi penuh sampai peluit terakhir berbunyi."Kapten Mark van Bommel juga tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Gelandang yang disebut-sebut bakal pindah ke Barcelona itu meniru ucapan pelatih Chelsea Jose Mourinho setelah timnya kalah dari Liverpool kemarin, dengan mengatakan bahwa tim terbaik telah kalah. "Jika Anda tampil lebih baik dalam dua kali pertemuan dengan AC Milan, maka Anda pantas menang. Tapi mereka mencetak gol tandang yang mana itu sangatlah penting. Kami sedikit tak beruntung hari ini. Sungguh mengecewakan," ungkapnya.Gelandang senior Phillip Cocu juga tak kalah sedih. "Ini tidak benar. Hanya ada satu tim yang bermain untuk menang, dan itu adalah kami," tuturnya. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads