Kekhawatiran Presiden Lyon terkait Isu Neymar-PSG

Kekhawatiran Presiden Lyon terkait Isu Neymar-PSG

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 01 Agu 2017 16:17 WIB
Kekhawatiran Presiden Lyon terkait Isu Neymar-PSG
Foto: Getty Images/Mike Ehrmann
Lyon - Neymar dikabarkan merapat ke Paris Saint-Germain. Kabar transfer ini jadi sebuah kekhawatiran untuk klub rival PSG, Olympique Lyon.

Neymar kencang dikabarkan merapat ke PSG, dalam transfer yang akan memecahkan rekor dunia. Jika kepindahannya terwujud, maka artinya Les Parisiens sudah menebus klausul buy-out Neymar senilai 222 juta euro dalam kontraknya dengan Barcelona.

Presiden Lyon Jean-Michel Aulas mengakui kedatangan Neymar setidaknya akan memberikan dampak positif dari sisi pemasaran Liga Prancis. Datangnya pemain bintang ke liga akan membuat posisi tawar mereka dalam hak siar televisi juga meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi di lain sisi, kedatangan Neymar dirasa punya dampak negatif yang lebih besar. PSG akan lebih merasakan dampak positifnya baik dari sisi permainan di lapangan maupun dalam hal komersial.

PSG bisa semakin dominan di liga, dengan AS Monaco diperkirakan masih jadi pesaing terkuat. Maka disparitas antara dua tim tersebut dengan tim-tim lain di liga makin besar.

Misalnya dalam hal persaingan tiket Liga Champions, bisa dibilang dua posisi teratas yang merupakan zona lolos langsung ke fase grup sudah dikuasai PSG dan Monaco. Praktis tim lain cuma punya kesempatan untuk memperebutkan satu jatah sisa untuk ke Liga Champions, yang mana harus melalui kualifikasi lebih dulu.

Selain itu angka besar yang terlibat di transfer Neymar, jika benar terjadi, dinilai tak sehat untuk liga.

"Saya tidak ingin terdengar seperti menolak kedatangan para pemain bagus seperti Neymar, yang bisa membuat Ligue 1 sangat terlihat dan memberikan dampak positif untuk kesepakatan hak siar selanjutnya," kata Aulas dikutip ESPN FC.

"Namun dorongan daya tarik ini tidak akan mengompensasi kehilangan pemasukan terkait absennya kami dari Liga Champions. Kalau PSG, lewat cara-cara yang tak proporsional, dan Monaco terus merebut jatah kelolosan di dua posisi teratas, tim-tim lain tersingkirkan dari sistem yang menghasilkan pemasukan paling penting."

"Itu melukai mereka yang melakukan upaya terbaik. Selain itu, angka-angka (transfer) semacam ini berkontribusi ke arah 'gelembung-gelembung' berbahaya," ujar Aulas menambahkan. (raw/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads