Gullit Mundur dari Feyenoord
Senin, 23 Mei 2005 21:04 WIB
Den Haag - Rotterdam gempar. Ruud Gullit hari ini meletakkan jabatannya sebagai pelatih Feyenoord. Suami keponakan Johan Cruijff, Estelle Cruijff, itu merasa tidak mendapat dukungan penuh dari manajemen.Dengan keputusannya itu, praktis Gullit hanya menjadi 'Pelatih Semusim' di klub kota pelabuhan terbesar di dunia, FC Feyenoord Rotterdam. Di fase awal sentuhannya, Feyenoord menggebrak dengan permainan total. Namun di pertengahan musim, yakni menjelang musim dingin 2004, kinerja musuh bebuyutan Ajax Amsterdam itu drop dan mulai terseok. Buntutnya, Feyenoord terdepak dari duel Piala Amstel, gagal melaju ke 16 besar Piala UEFA setelah dipaksa kalah oleh Sporting Lisabon (2-1, 1-2), dan hanya mampu bertengger di anak tangga ke-4 klasemen akhir kompetisi Eredivisie (Divisi Utama) Belanda. Konklusi: sebuah musim yang dramatis bagi Gullit.Langkah mundur Gullit (42) diikuti oleh asisten dan tangan kanannya, Zjelko Petrovic. Keputusan mengejutkan itu terjadi setelah Gullit hari ini, Senin (23/5/2005) menghadap bos Feyenoord, Jorien van den Herik. Gullit ingin meminta kejelasan dukungan Van den Herik terhadap rencana yang dibuatnya untuk musim mendatang. "Saya ingin tahu apakah Feyenoord mau memenuhi rencana saya. Sebelumnya saya sudah ragu hal itu akan terpenuhi," kata Gullit. Ternyata feeling-nya benar. Jawaban bos Feyenoord negatif. Gullit tidak bisa mendatangkan pemain sesuai rencananya. Sebagai jawabannya, Gullit menyatakan meletakkan jabatannya sebagai pelatih, saat itu juga.Kepada pers dia mengatakan tidak cukup mendapat dukungan dari manajemen. "Zejlko (asisten) dan saya merasa sering sendirian. Oleh sebab itu kami kadang merasa putus asa dan tak berdaya," demikian Gullit.Selain itu, menurut Gullit, hal-hal yang sensitif mengenai situasi internal tim sering dibocorkan ke media dan pihak manajemen membiarkan saja hal itu terjadi tanpa ada tindakan untuk mencegahnya. "Akibatnya situasi internal tim menjadi tidak tenang," tandas kawan seangkatan Frank Rijkaard dan Marco van Basten itu.Bagi Gullit, Feyenoord merupakan klub ketiga yang ditukanginya. Sebelumnya dia menangani Chelsea dan Newcastle United. Di bawah besutannya, Chelsea bangkit dari keterpurukan dengan meraih gelar kampiun FA Cup musim 1996/1997 dan dia menjadi pelatih asing pertama di Inggris yang merebut piala itu. Gullit pernah berjaya sebagai pemain bersama Rijkaard dan Van Basten membentuk Tiga Musketir yang membawa totaal voetbal Belanda menjadi kampiun se-Eropa pada Euro 88. Setelah itu mereka hijrah ke AC Milan dan merajalela di Seri A, Piala Super dan Piala Dunia Toyota. Di AC Milan nama Tiga Musketir itu menjadi legenda yang tak pernah mati. (es/)











































