Jelang Final Liga Champions
Ancelotti-Benitez Berbagi Strategi?
Rabu, 25 Mei 2005 03:29 WIB
Jakarta - Laga final Liga Champions 2005 antara Liverpool versus AC Milan di Stadion Ataturk Olimpiyat tinggal beberapa jam lagi. Kedua tim tentunya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam pertandingan penentuan ini. Strategi permainan juga tidak lupa untuk diasah untuk memperoleh hasil maksimal sekaligus merebut kemenangan. Pastinya pelatih Liverpool dan AC Milan juga memiliki strategi tersendiri untuk pertandingan ini. Anehnya, Rafa Benitez (Liverpool) dan Carlo Ancelotti (AC Milan) malah saling membuka strategi mereka.Benitez, yang di partai semifinal menggunakan strategi total defence, menyatakan tidak akan menggunakan taktik itu lagi, meskipun hasilnya cukup efektif meredam serangan lawan. "Jika kita menganalisa sebuah tim yang memperoleh gelar juara, 70 persen diantaranya adalah sebuah tim yang paling sedikit kebobolan," tukas Benitez seperti dilansir 4thegame/I>, Rabu (25/5/2005).Sebagai gantinya mantan pelatih Valencia ini berencana menggunakan taktik keseimbangan lini dan permainan. Benitez mengungkapkan strategi yang diberikan kepada Steven Gerrard dkk, yaitu bermain lebih seimbang, baik saat bertahan maupun menyerang."Keseimbangan dalam bertahan dan menyerang adalah suatu hal yang penting dan saya berpikiran untuk memakai strategi itu," tukasnya.Berbeda dengan Benitez, Ancelotti juga memiliki strategi tersendiri untuk menghadapi The Reds. Arsitek Rossoneri ini berencana akan melakukan gebrakan di menit-menit awal dan berusaha untuk secepat mungkin mencetak gol."Liverpool adalah sebuah tim yang memberi kesempatan untuk bermain menyerang, namun hal itu tidak mengartikan kami akan melakukan serangan selama pertandingan. Kami bisa saja mencetak gol setelah tiga menit pertandingan berjalan. Tentunya hal ini akan memaksa Liverpool keluar dari strategi bertahan mereka," ujar Ancelotti.Pernyataan kedua pelatih ini mengenai strategi mereka tentunya membuat lawannya tahu. Jika memang begini jadinya, tentunya hasil akhir harus ditentukan oleh 22 pemain di atas lapangan. Kemampuan mereka menterjemahkan strategi pelatih sekaligus menerapkannya di lapangan menjadi kunci penting pertandingan ini. Untuk hasil akhir? Tunggu saja Kamis (26/5) dinihari nanti. (ian/)











































