Sedihnya Andriy Shevchenko
Kamis, 26 Mei 2005 08:23 WIB
Jakarta - Andriy Shevchenko segera mencopot medali yang diterimanya di atas tribun dari presiden UEFA Lennart Johansson. Ia juga tak sekejap pun menoleh ke arah tropi Liga Champions yang memang bukan untuk dirinya.Tropi itu memang untuk Steven Gerrard, Vladimir Smicer, Xabi Alonso, dan pemain-pemain lain berkostom merah-merah Liverpool, termasuk Jerzy Dudek. Kiper internasional Polandia itulah yang membuat Shevchenko merasa kalah sebagai individu dalam pertarungan final Liga Champions dinihari tadi.Di akhir babak perpanjang waktu kedua Dudek dua kali berturut-turut mematahkan senjata maut AC Milan itu. Ia berhasil menghentikan sundulan tajam Shevchenko, dan sedetik kemudian refleksnya yang luar biasa mementahkan rebound pemain yang sama."Saya sangat yakin bakal bikin gol di upaya yang kedua. Saya menendangnya dengan keras. Tapi mungkin itulah yang membantu Dudek bisa mementahkannya dengan tangannya. Kalau hal itu terjadi 1000 kali lagi Dudek pasti tak dapat menghentikannya, dan pasti gol," tutur striker Ukraina itu perihal kegagalannya yang pertama.Kegagalan kedua Pemain Terbaik Eropa 2004 itu terasa lebih lebih menyesakkan. Ia tak mampu menjinakkan Dudek dalam drama adu penalti. Dua tahun lalu di Old Trafford Shevchenko sukses menaklukkan kiper Juventus Gianluigi Buffon untuk memastikan kemenangan Milan juga lewat adu penalti. "Sebelum mengambil tendangan itu pikiranku dalam keadaan jernih. Tapi saya tahu saya harus bikin gol dan si kiper membuat penyelamatan yang bagus. Saya melihatnya bergerak ke kanan dan mencoba menendang ke tengah. Tapi kakinya masih tertinggal dan bisa menghalaunya."Secara keseluruhan Shevchenko merasakan malam ini sungguh aneh karena Milan lebih dulu unggul 3-0 dan lebih memiliki banyak kesempatan mencetak gol kemenangan. Tapi ia pribadi merasa sakit karena menyia-nyiakan penalti yang menentukan.Meski demikian ia dan para pemain Milan lainnya tetap mencoba tegar menerima kenyataan pahit ini. "(Paolo) Maldini menyuruh kami bertahan di lapangan (usai pertandingan) dan memberi penghormatan kepada fans," tambahnya. (a2s/)











































