Rafa Bangga Pada Pasukannya

Rafa Bangga Pada Pasukannya

- Sepakbola
Kamis, 26 Mei 2005 09:29 WIB
Jakarta - Dengan perjuangan luar biasa yang dipertontonkan Steven Gerrard dan kawan-kawan, pantas saja Rafael Benitez merasa bangga. Fans The Reds mana yang tidak bangga melihat tim kesayangannya mampu bangkit dan mencetak tiga gol dalam waktu enam menit untuk mengejar ketinggalan tiga gol di babak pertama?Fans The Reds mana yang tidak bangga melihat mental bertanding pemain-pemain idolanya tetap kuat dalam adu penalti, sementara AC Milan terkenal piawai dalam drama 11 meter tersebut?Faktanya, Liverpool memang berhasil melakukannya. Memaksa Milan bermain 3-3 selama 120 menit di stadion Ataturk, Istanbul, Turki, Kamis (26/5/2005) dinihari WIB, mereka pun keluar sebagai pemenang di adu penalti dengan skor 3-2."Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk dan saya sangat kecewa. Kami melakukan kesalahan yang memalukan, kemasukan gol yang menggelikan, dan kehilangan seorang pemain karena cedera (Harry Kewell)," ujar Benitez. "Tapi saya bangga pada cara anak-anak bangkit mengejar ketinggalannya.""Kami tidak mau main 45 menit lagi di hadapan para suporter dan kalah empat atau lima gol. Kami memperoleh gol balasan yang cepat di babak kedua dan mulai percaya bahwa itu semua masih memungkinkan," tambahnya dikutip AP. Pelatih asal Spanyol itu mengubah taktiknya dengan mengganti Steve Finnan dengan Didi Hamann sehingga tugas pertahanan diemban tiga pemain, yakni Sami Hyypia, Jamie Carragher, dan Djimi Traore.Dengan masuknya Hamann, ia menginstruksikan Gerrard bermain agak ke depan untuk mendukung serangan. Hasilnya manis karena Gerrard-lah yang menciptakan gol pertama buat Liverpool, menyundul umpan lambung winger kiri John Arne Riise.Di masa perpanjangan waktu Benitez meminta Gerrard bergeser menjadi sayap kanan untuk meredam pergerakan Serginho. Dan ternyata buah pikirnya berbuah indah karena Liverpool keluar sebagai pemenang.Ini adalah kali kedua buat Benitez merengkuh trop Eropa berturut-turut. Musim lalu ia mengantarkan Valencia menjuarai Piala UEFA. Prestasinya ini sama dengan Jose Mourinho yang membawa FC Porto memenangi Piala UEFA 2003 dan Liga Champions 2004. Bedanya, Benitez melakukannya bersama klub yang berbeda."Dalam konteks sepakbola, ini mungkin malam terindah dalam hidupku. Tapi saya juga punya istri dan dua anak dan saya tak mau seenaknya bilang bahwa inilah malah terindah dalam hidupku," Benitez berseloroh. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads