DetikSepakbola
Selasa 21 November 2017, 08:12 WIB

Contohlah Jerman dan Belgia, Italia!

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Contohlah Jerman dan Belgia, Italia! Untuk pertama kalinya sejak 1958, Italia akan absen di Piala Dunia (Max Rossi/Reuters)
Turin - Andrea Barzagli menyebut timnas Italia mustahil akan bangkit dari keterpurukan dalam waktu singkat. Barzagli mendesak Gli Azzurri meniru Jerman dan Belgia yang membuat program jangka panjang.

Italia, juara Piala Dunia empat kali, gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah disingkirkan Swedia di babak play-off. Inilah pertama kalinya Italia absen di Piala Dunia sejak tahun 1958.

Setelah kegagalan tersebut, sejumlah pemain senior Italia memilih untuk pensiun dari timnas. Salah satunya adalah Barzagli, yang dulu ikut membantu Italia menjuarai Piala Dunia 2006.

Italia juga telah memecat Giampiero Ventura dari posisi pelatih. Sementara itu, Presiden FIGC (Federasi Sepakbola Italia) Carlo Tavecchio telah menyatakan mundur dari jabatannya.

Menurut Barzagli, negaranya membutuhkan sebuah pembenahan secara menyeluruh. Bek Juventus itu yakin tak akan ada solusi instan untuk membuat Italia kembali berjaya. Dia menyebut Jerman dan Belgia sebagai dua contoh terbaik.

Jerman dan Belgia sama-sama pernah terpuruk pada awal 2000-an. Akan tetapi, dua negara tersebut kemudian membuat program jangka panjang melalui pembinaan usia muda. Lewat program yang dirancang secara rapi, mereka ingin mencetak pesepakbola-pesepakbola andal yang jadi andalan tim nasional di masa depan.

Sekarang Jerman dan Belgia telah memetik buah dari kerja keras dan program jangka panjang mereka. Jerman sukses menjuarai Piala Dunia 2014 dan tak pernah kehabisan bakat-bakat baru.

Sementara itu, Belgia, meski belum sesukses Jerman, dipenuhi oleh bintang-bintang top yang menjadi tulang punggung di tim-tim papan atas Eropa.

"Kami membutuhkan sebuah proyek untuk sepuluh tahun ke depan. Akan salah kalau berpikir Italia bisa menjuarai Piala Eropa dalam waktu dua tahun dan memprogram ulang segalanya dalam waktu sesingkat itu," ujar Barzagli kepada Sky Sport Italia.

"Kami butuh seseorang masuk ke FIGC dan mengimplementasikan sebuah program yang jelas tanpa kendala apapun, bisa membuat keputusan dengan bebas dan bekerja dalam jangka panjang. Anda tak bisa melakukan itu semua dalam setahun. Saya akan mendukung masuknya mantan-mantan pemain ke FIGC," imbuhnya.

"Ini bukan soal nama mereka, tapi mereka harus punya kemampuan yang dibutuhkan. Pengalaman di luar lapangan juga penting," tutur Barzagli.

"Kami harus memulai lagi dengan pemain-pemain muda dan menjadikan Belgia dan Jerman sebagai contoh," katanya.




(mfi/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed