Piala Konfederasi 15-30 Juni
Ajang Pemanasan Para Juara
Senin, 13 Jun 2005 11:12 WIB
Jakarta - Ada tontonan menarik musim panas ini. Satu tahun menjelang putaran final Piala Dunia 2006, delapan tim juara akan beradu kebolehan di ajang Piala Konfederasi.Turnamen dua tahunan yang sudah enam kali diselenggarakan FIFA ini akan diadakan di negara yang juga menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006, Jerman. Lima kota disiapkan untuk menggelar 16 pertandingan, mulai 15 sampai 30 Juni mendatang, yakni Frankfurt, Leipzig, Hanover, Nuremberg, dan Cologne.Disebut turnamen para juara karena pesertanya merupakan jawara di kawasan masing-masing. Di Grup A, juara Piala Afrika 2004 Tunisia akan bersaing dengan juara Oceania 2004 Australia. Dua tim lain di grup ini adalah Argentina selaku juara Olimpiade 2004, dan Jerman sebagai tuan rumah.Di Grup B, juara dunia Brasil akan berkompetisi dengan juara Piala Asia 2004 Jepang, juara Piala Emas 2003 (Amerika Utara-Tengah) Meksiko, dan juara Euro 2004 Yunani. Di awal penyelenggaraan, turnamen ini sering dipandang agak remeh oleh para kontestan itu sendiri. Alasannya, kejuaraan ini pada awalnya disinyalir lebih bermotif ekonomi ketimbang prestasi dan gengsi. Tak heran, banyak tim hanya mengirim skuad keduanya, dan membiarkan pemain-pemain bintangnya beristirahat usai bersimbah peluh di kompetisi domestik.Namun sejak 1997 bobot Piala Konfederasi cenderung mulai naik. Pemain-pemain bintang yang berpartisipasi makin banyak, termasuk Prancis yang membawa skuad terbaiknya untuk memenangi turnamen ini pada tahun 2001 dan 2003. Tahun ini Piala Konfederasi tampaknya akan diseriusi oleh para kontestan. Beberapa tim akan menjadikan turnamen ini sebagai momen "pembuktian", sedangkan secara umum kejuaraan ini bisa menjadi pemanasan menghadapi Piala Dunia 2006, yang mana sebagian dari mereka masih berjuang di babak kualifikasi.Tuan rumah Jerman misalnya. Karena tidak mengikuti babak penyisihan Piala Dunia, maka tim besutan Juergen Klinsmann perlu melakoni banyak pertandingan untuk mempersiapkan diri. Sukses di Piala Konfederasi pasti akan mendongkrak kepercayaan publik mereka buat tahun depan.Yunani juga perlu membuktikan diri sebagai juara Eropa. Setelah menjungkirbalikkan prediksi banyak orang dengan menjuarai Euro 2004, skuad Otto Rehhagel sudah kembali "membumi". Theodoros Zagorakis cs masih harus bekerja keras di Grup 2 PPD 2006 karena masih berada di peringkat ketiga di bawah Ukraina dan Turki.Brasil juga demikian. Jika mampu berjaya di Piala Konfederasi, maka "lengkap" sudah Tim Tango ini disebut sebagai "penguasa sepakbola dunia". Setelah memenangi Piala Dunia 2002, Ronaldinho dkk juga mampu menjuarai Copa Amerika pada Juli 2004.Argentina, yang terpuruk di Piala Dunia 2002, perlahan-lahan bangkit dengan meraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan runner up Copa Amerika 2004. Berpindahnya kendali permainan dari Marcelo Bielsa ke Jose Pekerman juga menumbuhkan optimisme tersendiri, karena Tim Tango menjadi tim non-Asia pertama yang sudah dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2006.Sementara itu empat tim lainnya, Australia, Jepang, Meksiko dan Tunisia, perlu mengangkat reputasi kawasan mereka, bahwa Oceania, Asia, Amerika Utara-Tengah, dan Afrika memang punya potensi sangat besar untuk mengacaukan dominasi Eropa-Amerika Selatan.Meksiko pernah melakukannya di Piala Konfederasi 1999. Ketika itu, dikomandoi kiper eksentrik Jorge Campos serta duet penyerang stylish Luiz Hernandez dan Cuauhtemoc Blanco, Meksiko tampil sebagai juara setelah menundukkan Brasil dan Ronaldinho-nya dengan skor 4-3.Adapun Jepang sudah mapan di kawasan Asia, selain Korea Selatan. Minggu lalu tim yang kini dilatih Zico itu sudah memastikan diri tampil di Jerman 2006, mengikuti sukses mereka berpartisipasi ke putaran final Piala Dunia 1998 dan 2002.Tunisia saat ini tengah merintis usaha lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya berturut-turut, sedangkan Australia harus "meluaskan pergaulannya" karena selama ini hanya jadi penguasa benua "sepi", lantaran tak punya lawan sepadan kecuali Selandia Baru, yang juga tak terlalu tangguh.Siapakah di antara tim juara itu yang akan menjadi juara turnamen Piala Konfederasi 2005? Anda bisa mengikutinya di layar kaca karena seluruh pertandingan akan disiarkan oleh stasiun SCTV Siapakah di antara tim juara itu yang akan menjadi juara turnamen Piala Konfederasi 2005? Anda bisa mengikutinya di layar kaca karena seluruh pertandingan akan disiarkan oleh stasiun SCTV (lihat jadwal).Final Piala Konfederasi:1992: Argentina 3-1 Arab Saudi 1995: Denmark 2-0 Argentina 1997: Brasil 6-0 Australia 1999: Meksiko 4-3 Brasil 2001: Prancis 1-0 Jepang 2003: Prancis 1-0 Kamerun (a2s/)











































