(ian/)
Jelang Piala Konfederasi
Tempat Ujicoba Aturan Baru
- detikSepakbola
Jakarta - Selain untuk menguji kesiapan negara-negara yang bakal berlaga di Piala Dunia 2006 Jerman, Piala Konfederasi juga dijadikan tempat tes aturan baru sepakbola.Regulasi baru yang bakal diujicobakan antara lain mengenai aturan offside, perilaku yang tidak menyenangkan, serta perlengkapan yang digunakan pemain. Peraturan baru ini disahkan pada acara rapat umum tahunan International Football Association Board (IFAB) ke-119 yang diselenggarakan di Cardiff, Wales, 26 Februari lalu. Dilansir dari situs resmi FIFAworldcup, Senin (13/6/2005), peraturan tersebut menyebutkan bahwa:- mengganggu dalam permainan berarti bermain atau menyentuh bola yang dioper atau disentuh oleh rekan timnya.- mengganggu lawan artinya mencegah lawan untuk memainkan bola atau bisa memainkan bola setelah menghalangi pergerakan lawan atau membuat gerakan yang menurut wasit hal itu termasuk mencurangi lawan.- memperoleh keuntungan ketika dalam posisi offside artinya memainkan bola yang merupakan bola rebound dari mistar gawang atau memainkan bola rebound ketika bola mengenai tubuh lawan saat dia berdiri dalam posisi offside.Selain itu, uji coba lainnya yang juga bakal diterapkan adalah penggunaan kartu kuning untuk memberi sanksi atas tindakan mengulur-ulur waktu pertandingan dengan sengaja. Contohnya adalah apabila seorang pemain masih memegang atau mengutak-atik bola setelah wasit menghentikan pertandingan karena tim pemain tersebut melakukan pelanggaran, maka tindakan itu juga dianggap sebagai upaya memperlambat jalannya pertandingan, dan oleh karenanya bisa diganjar kartu kuning.Kartu kuning juga akan diberlakukan kepada pemain yang memegang bola setelah menerima lemparan ke dalam atau tendangan bebas, dan kepada pemain yang memperlambat jalannya pertandingan setelah timnya mencetak gol.Penegasan sanksi ini dimaksudkan untuk mengurangi tindakan tidak sportif yang bertujuan mengulur-ulur waktu. Selain itu regulasi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya pertengkaran pemain karena insiden penguluran waktu tersebut setelah peluit dibunyikan.
(ian/)
(ian/)










































