'Sepakbola Butuh Pemain Seksi'
Jumat, 17 Jun 2005 18:43 WIB
Jakarta - Dewasa ini sepakbola sudah jadi permainan multigender. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memainkannya. Yang belum ada barangkali pemain sepakbola yang seksi.Kalau seksi itu lebih dekat dengan kaum perempuan, itulah yang dimaksud Presiden UEFA Lennart Johansson. Pria 75 tahun asal Swedia itu baru saja mencetuskan ide "menyegarkan" sepakbola sebagai tontonan melalui sosok wanita.Johansson melontarkan pandangan -- yang mungkin akan jadi kontroversi -- tersebut di tengah berlangsungnya turnamen Piala Eropa Putri, di mana hari Minggu (19/6/2005) besok Jerman akan bertarung melawan Norwegia di babak final di Blackburn, Inggris.Ia menilai sepakbola wanita masih perlu diangkat agar lebih menarik minat fans dan prestisenya tidak terlalu jauh dengan sepakbola pria. Di sini, aspek publikasi sangatlah penting, dan Johansson percaya para sponsor sangat menyukai atribut-atribut fisik wanita."Banyak perusahaan yang bisa dimanfaatkan dari seorang pemain yang berkeringat dan cantik tampil di tengah lapangan. Itu pasti menjual," tukasnya kepada BBC, Jumat (17/6/2005)."Sebaliknya, mereka (pemain wanita) juga harus menerima bahwa uang yang mereka minta akan datang jika penonton berduyun-duyun datang ke stadion dan pihak-pihak sponsor menaruh minat," tambah figur yang pada 2007 akan turun tahta itu.Ide "memfeminimkan" sepakbola putri versi Johansson sebenarnya bukan hal baru. Beberapa waktu lalu presiden FIFA Sepp Blatter juga pernah mengutarakan aspek yang kurang lebih sama.Blatter ketika itu menganjurkan pemain-pemain putri berkostum lebih ketat. Toh banyak cabang lain yang jelas-jelas memperlihatkan "keseksian" kostumnya, seperti bola voli, voli pantai, tenis, bahkan atletik."Biarkanlah wanita bermain dengan pakaian yang lebih feminim seperti di cabang bola voli. Mereka bisa, misalnya, mengenakan celana yang lebih ketat," terang pria Swiss berusia 69 tahun itu."Kalau boleh saya katakan, pemain-pemain putri itu cantik-cantik lho. Dan mereka punya beberapa aturan yang berbeda dengan pria -- misalnya pakai bola yang lebih ringan... Keputusan itu diambil untuk menciptakan lebih banyak sisi estetika seorang wanita. Jadi, kenapa tidak demikian dalam hal fasyen?" imbuhnya.Setuju? (a2s/)











































