Juara Grup Ya, Gengsi Apalagi

Jelang Jerman Vs Argentina

Juara Grup Ya, Gengsi Apalagi

- Sepakbola
Selasa, 21 Jun 2005 12:17 WIB
Jakarta - Kalau mau, Jerman dan Argentina tidak perlu ngotot untuk menghabiskan tenaga buat pertandingan nanti malam. Toh keduanya sudah sama-sama lolos ke babak semifinal.Namun bagi tim seelit mereka, menang atas lawan yang tangguh punya nilai plus tersendiri, apalagi jika lawan tersebut punya sejarah penting buat mereka. Jadi, ini soal harga diri dan juga gengsi.Jerman dan Argentina dikenal sebagai salah satu kiblat sepakbola di kawasan masing-masing. Jerman, dengan reputasinya sebagai juara dunia tiga kali, adalah raksasa di Eropa, sedangkan Argentina, juara dunia dua kali, adalah monster dari Amerika Selatan.Dari dua kali penampilannya di Piala Konfederasi 2005, mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya: Jerman menekuk Tunisia 2-1 dan Australia 4-2, sementara Argentina membungkam Australia 4-3 dan Tunisia 3-0. Artinya, mereka sudah memegang tiket ke babak semifinal sebagai wakil dari Grup A.Namun, apakah duel mereka di Franken-stadium, Frankfurt, Rabu (22/6/2005) dinihari WIB, tak perlu diseriusi? Rasanya sih, tidak. Malah pertanyaan itu bisa dibalik: kenapa tidak diseriusi?"Melawan Argentina adalah sebuah tantangan besar buat kami. Anda boleh berharap memperoleh tontonan yang mengasyikkan," demikian kapten Jerman Michael Ballack mempromosikan keseriusan timnya menghadapi duel tersebut."Argentina selalu ingin menang, dan mereka akan memperlihatkannya saat melawan Jerman, sekaligus untuk jadi juara," balas striker Argentina, Luciano Figueroa, pencetak hat-trick ke gawang Australia tiga hari lalu.Yang antusias pada pertandingan ini tentu bukan hanya Ballack dan Figueroa. Statistik pertemuan kedua kesebelasan saja sudah menunjukkan bahwa Jerman dan Argentina merupakan rival yang sejajar.Dari sembilan kali pertemuannya, skor relatif cukup imbang. Argentina menang empat kali, Jerman menang tiga kali, sisanya (dua) seri, dengan akumulasi selisih gol 10-10. Sejak pertemuan pertamanya di Piala Dunia Swedia 1958 -- Jerman (Barat) unggul 3-1 -- tidak pernah lagi pertandingan di antara kedua kesebelasan berkesudahan lebih dari margin satu gol.Sampai saat ini, "puncak" duel Jerman versus Argentina adalah final Piala Dunia 1986 dan 1990. Di Meksiko, Jerman ditumbangkan Diego Maradona cs dengan skor 3-2, sebelum empat tahun kemudian di Italia, Juergen Klinsmann dkk menekuk "Tim Tango" 1-0 lewat gol penalti Andreas Brehme.Pertemuan terakhir mereka terjadi belum lama ini, yakni dalam partai persahabatan di Dusseldorf, 5 Februari lalu. Waktu itu pertandingan berkesudahan 2-2. Torsten Frings dan Kevin Kuranyi adalah penyumbang gol tuan rumah, sedangkan Hernan Crespo memborong kedua gol Argentina.Untuk pertandingan nanti Klinsmann, yang kini melatih "Tim Panser", tak bisa menurunkan Arne Friedrich karena sudah mengumpulkan dua kartu kuning. Namun secara keseluruhan, mungkin komposisi skuadnya sama dengan sebelumnya.Sementara itu arsitek Argentina Jose Pekerman diperkirakan akan melakukan beberapa perubahan dalam formasinya, karena mereka punya stok pemain bagus yang cukup banyak. Pablo Aimar, misalnya, mungkin akan diserahi tugas menggantikan playmaker Juan Riquelme, sedangkan Carlos Tevez bisa saja dipasang sebagai starter menggantikan Javier Saviola.Pemenang pertandingan ini dipastikan menjadi juara grup dan akan bertemu runner up Grup B yang masih diperebutkan Meksiko, Brasil, dan Jepang. Tapi yang tak kalah penting, pemenang pertandingan ini pasti meningkat gengsinya karena mampu menundukkan sebuah tim raksasa. Siapa? (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads